Duh, Tanjung Lago Jadi Pusat Produksi Tuak

 683 total views,  2 views today

Ilustrasi Tuak | Ist

Ilustrasi Tuak | Ist

  • Sebulan Satu Ton Tuak Beredar

BANYUASIN – Kecamatan Tanjung Lago, yang selama ini dikenal sebagai sentra perkebunan kelapa di Kabupaten Banyuasin saat ini ternyata sudah menjadi sentra produksi minuman keras (miras) jenis tuak.

Informasi ini didapatkan polisi, dari razia penyakit masyarakat (pekat) yang digelar di Kecamatan Talang Kepala dan Tanjung Lago, Selasa (11/11). Kecamatan Tanjung Lago dan sekitarnya kata Kepala Polsek Talang Kelapa, Kompol Rocky Marpaung melalui Kepala Unit (Kanit) Humas, Ipda Helmi, menjadi pemasok tuak terbesar di Sumsel.

“Lebih dari satu ton tuak dalam sebulan berasal dari wilayah ini. Di wilayah ini memang banyak kebun kelapa, namun fungsinya diubah petani menjadi tuak,” terang Helmi yang dibincangi, kemarin.

Fakta ini jelas Helmi ditunjukkan dengan 700 liter miras jenis tuak yang disita anggota Polsek Talang Kepala dari kawasan perkebunan kelapa rakyat di Tanjung Lago. Selain itu, petugas juga menyita 1000 liter tuak yang disimpan dalam jerigen yang dibawa oleh enam unit mobil saat melintas di Jalan Tanjung Api-api (TAA).

“Dari informasi yang didapat polisi, 1000 liter tuak tersebut diproduksi di kawasan perkebunan kelapa rakyat di Kecamatan Tanjung Lago dan sekitarnya. Rencananya tuak itu, akan di jual di Palembang, Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ilir (OKI), dan Muaraenim dan sisanya dibawah ke kecamatan lain di Banyuasin seperti Talang Kelapa, Sembawa, Pangkalan Balai dan Betung,” bebernya.

Selain menyita tuak, petugas juga mendata enam pengecet, pedagang dan agen yang terbukti menjual miras tersebut. “Mereka tidak kita tahan, namun diberikan pembinaan agar tidak mengulangi kembali perbuatannya dengan menjual tuak atau miras jenis lainnya,” terang Helmi.

Helmi menambahkan, Polsek Talang Kelapa akan rutin melakukan razia serupa. Tujuannya untuk memutus mata rantai peredaran miras jenis tuak di Banyuasin. “Kita akan bekerjasama dengan kecamatan dan Badan Narkotikan Nasional (BNN) untuk merubah pola pikir masyarakat dari memproduksi tuak menjadi memproduksi gula,” tukasnya.

 

TEKS           : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster