Dalam 11 Bulan Polda Sumsel Tangani 56 Kasus Ilegal Tapping

 249 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Hanya dalam kurun waktu 11 bulan, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) sudah menangani 56 kasus penyelundupan minyak mentah (illegal tapping), lima diantaranya akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negri (PN) Palembang.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) R Djarod Padakova. “Empat kasus masih kita dalami. Memang sedikit terhambat karena barang bukti yang kita sita belum disertakan dengan pemilik dan pembawa minyaknya. Sebab itu, sampai saat ini, masih kita cari pelakunya,” bebernya, Selasa (11/11).

Adapun total minyak mentah yang berhasil diamankan, lanjut Djarod, yakni berjumlah 500 ribu liter minyak mentah. Sebagian dari minyak mentah tersebut sudah dilimpahkan ke pihak kejaksaan berikut dengan tersangkanya.

Sebagian minyak mentah masih berada di Ditreskrimsus Polda Sumsel sembari menunggu pemilik atau peNgangkut minyak mentah tersebut.

Selain minyak mentah, masih kata Djarod, Polda Sumsel juga mengamankan sejumlah barang bukti lain yang berkaitan dengan minyak mentah ilegal.

Mulai dari 31 unit kendaraan roda empat hingga satu kapal yang kini diamankan di Ditpolairud Polda Sumsel. Nantinya, barang bukti ini akan dilelang kepada negara.

Untuk jajaran Polda Sumsel, beber Djarod, total sudah diamankan 56 kasus minyak mentah ilegal yang sudah disidik selama 11 bulan.

Dari 56 kasus itu, 10 kasus sudah masuk tahap kejaksaan dan tersangka serta barang bukti berupa 888 ribu liter minyak mentah sudah dilimpahkan. Untuk sisanya, hingga saat ini, masih didalami sejumlah Polres di Sumsel karena pelakunya belum tertangkap.

Untuk kendaraan yang diamankan, lanjut Djarod, Polda Sumsel dan jajaran total sudah mengamankan 78 kendaraan yang terdiri dari kendaraan roda dua hingga roda 10. Selain itu, tiga unit kapal yang mengangkut minyak mentah ilegal juga sudah diamankan.

“Jadi, kasus minyak mentah ilegal seluruhnya tetap kita proses. Memang, ada yang belum kita limpahkan karena masih mencari pelakunya,” tegas Djarod.

Satu dari di antara kasus tersebut, ungkap Djarod, melibatkan satu oknum Polri. Ia tercatat sebagai salah satu anggota Propam Polda Sumsel yang identitasnya masih dirahasiakan.

“Saat ini, yang bersangkutan dalam proses sidang kode etik yang dalam waktu dekat akan digelar,” tukasnya.

 

TEKS   : Oscar Ryzal

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster