Cabai Merah Semakin Menipis, Harga Jual Melonjak

 256 total views,  2 views today

Ilustrasi cabai merah | Dok KS

Ilustrasi cabai merah | Dok KS

PALEMBANG – Harga cabai merah keriting yang beberapa pekan ini naik dikarenakan menipisnya pasokan dari petani. Akibatnya, harga cabai pun melonjak setiap harinya.

“Hari ini harga cabai merah keriting Rp 80 ribu, cabai hijau Rp 40 ribu, dan cabai rawit juga mencapai Rp 70 ribu. Kenaikan harga ini hampir setiap harinya. Dari kemarin itu hanya Rp 60 ribu per kilo gram,” kata Patria, penjual cabai merah keritingt di Pasar Sekip Ujung, Selasa (11/11).

Tak jauh beda dengan penjual cabai lainnya, Patria juga inginkan pasokan lancar. Sementara itu semua pembeli pastinya ingin membeli dengan harga yang murah. Untuk itu Patria akan tetap menjual cabai merah miliknya walau jumlah yang ataupun sedikit rusak, harganya pun tidak beda jauh dengan yang masih bagus.

“Kalau pembeli kan pengennya pasti murah. Dan, mereka tidak keberatan dengan cabai yang sudah rusak, mereka masih mau beli, itu bagi pembeli yang tidak sanggup untuk beli yang bagus,” Patria berkata.

Warga yang tinggal di di Jalan Supersemar, Palembang ini menambahkan, kenaikan cabai ini tidak ada pengaruhnya dengan akan naiknya BBM. Justru ia menebak stoknya memang kian menipis. Menurutnya, ke depannya harga cabai bisa menembus harga Rp 90 ribu per kilonya.

“Itu jika persediaan cabai terus menipis. Kalau bisa sih tidak usah naik, walaupun tidak ada kaitannya dengan adanya kenaikan BBM, tapi mau tidak mau pasti jika BBm naik kebutuhan juga pasti naik,” jelasnya,

Mimi, penjual buah yang hobi makan pedes ini tidak terkejut dengan adanya kenaikan cabai merah keriting.

“Karena tiap hari juga mondar-mandir di pasar jadi tidak kaget lagi. Saya kan orang Padang, jadi hobi makan yang pedas-pedas, mau harga naik atau tidak yang penting masakan di rumah pedas, kalau makan tidak pedas itu seperti mandi gak pake sabun,” kelakarnya.

Ucap Mimi, ia tidak perna menyetok cabai dengan porsi yang banyak. Namun dia membeli sesuai kebutuhan di setiap harinya saja.

“Saya beli hanya untuk keperluan sehari saja, tidak pernah menyetok, jadi kalu habis ya saya akan beli esok harinya,” terang Mimi kepada Kabar Sumatera.

 

TEKS     : YUNI DANIATI

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster