Bagi Hasil Pajak Kendaraan Bermotor, Pemprov Sumsel Masih Utang Rp 149 M

 187 total views,  2 views today

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mempertanyakan bagi hasil pajak kendaraan bermotor kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel. Pasalnya, masih ada bagi hasil dari pajak tersebut yang dibelum diberikan pemprov ke Pemkot Palembang.

Misalnya kata Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo, di 2013, Palembang mendapatkan bagi hasil pajak kendaraan bermotor Rp 100 miliar. Namun yang baru diberikan pemprov Rp 60 miliar. Artinya sebut Harno, masih ada sisa Rp 40 miliar yang belum diberikan.

Sementara untuk 2014, Palembang mendapat bagian Rp 161 miliar tetapi baru dibayarkan Rp 52 miliar, sisanya belum jelas kapan dibayarkan. “Kami sudah mempertanyakan itu, dan minta pemprov segera membayarkannya. Kami juga mempertanyakan kenapa bagi hasil pajak kendaraan bermotor di Palembang, tidak sesuai dengan aturan yakni 30 persen dari total pajak yang diterima,” kata Harnojoyo, Selasa (11/11).

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Palembang, M Zulfan menegaskan, untuk pembayaran bagi hasil pajak tahun 2013, kemungkinan baru akan di bayar Pemprov Sumsel Tahun 2015 mendatang.

“2013, Palembang dapat Rp 100 miliar dari bagi hasil pajak kendaraan. Tapi, baru di cicil Rp 60 miliar, sisanya Rp 40 miliar lagi baru akan dibayar 2015. Kami sudah bicarakan dengan pihak Pemprov,” terangnya.

Sementara untuk 2014, Palembang mendapat dana sebesar Rp 161 miliar tetapi baru dibayarkan Rp 52 miliar. Sisanya, belum tahu kapan akan dibayarkan. “Untuk bagi hasil pajak kendaraan bermotor, kita hanya menerima 26 persen dari total pajak yang diterima pemprov karena harus dibagi-bagikan dengan kabupaten/kota lain. Harusnya kita menerima 30 persen,” ucapnya.

Zulfan mengaku, masalah itu terjadi akibat dana bagi hasil dari pusat ke provinsi yang berkurang, sehingga berpengaruh kepada daerah. “Kami sudah minta dengan Sumsel, untuk mendata berapa dana yang dibutuhkan dan berapa dana yang harus disalurkan ke daerah. Sehingga tidak ada keluhan dikemudian hari,” tukasnya.

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster