Rp 20 Miliar tidak Mampu Atasi Banjir Palembang

 223 total views,  2 views today

Banjir yg Menggenangi Jalan | Bagus Park

Banjir yg Menggenangi Jalanan Kota Palembang |Dok KS

– Titik Banjir Semakin Bertambah

PALEMBANG – Walaupun Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang telah menganggarkan biaya yang cukup besar, untuk mengatasi banjir atau genangan air di metropolis mamun, nyatanya masih ada titik banjir yang cukup parah di Palembang, saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sendiri, sudah menganggarkan dana Rp 20 miliar melalui APBD Kota Palembang. Dana tersebut berada di Dinas Pekerjaan Umum (PU) BinaMarga (BM) dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA).

“Sebenarnya dana tersebut kecil. Jika harus dibandingkan dengan titik banjir yang terjadi di kota Palembang,” kata Kabid Pengendalian Banjir dan Drainase, Dinas PU BM dan PSDA Palembang, A Bastari Yusak, kemarin.

Bastari menyebutkan, untuk menghilangkan banjir sulit, pihaknya hanya berupaya mengantisipasi dengan mengurangi luasan dan ketinggian banjir termasuk memperkecil frekuensi dan waktu air tergenang. Sehingga tidak menimbulkan dampak yang meluas.

“Bukan berkara mudah mengatasi banjir. Karena, dengan dana terbatas, kami baru mampu membangun kolam retensi di kawasan Polygon dan Kemang Manis. Selebihnya, kami berharap dari dana provinsi atau pusat. Misalnya untuk normalisasi Sungai Bendung,” ujarnya.

Menurut Bastari, persoalan banjir yang terjadi cukup berat. Karena, hal itu disebabkan oleh faktor alam dan manusia. Dengan kondisi geografis Kota Palembang yang dinilai rawan, letaknya datar, banyak terdapat rawa dan terpengaruh pasang surut air Sungai Musi maka ada beberapa titik walapun hujan sebentar saja, air sudah menggenang. “Nah itulah yang menjadi prioritas untuk pembenahan drainase,” bebernya.

Sambung Bastari, saat ini pihaknya tengah melakukan perbaikan drainase sepanjang 1.700 meter yakni di Jalan Veteran tepatnya depan Hotel Royal Asia sepanjang 800 meter, Jalan Kolonel Atmo sepanjang 400 meter dan di Lapangan Hatta sepanjang 500 meter. “Perbaikan drainase itu dengan dilakukan pendalaman satu meter, dari kedalaman sebelumnya,” terangnya.

Bastari menambahkan, sekarang ini lebih dari 40 titik banjir ada di Kota Palembang. Bahkan ada potensi banjir di wilayah pemukiman dan perkantoran seiring pesatnya pembangunan. Adapaun titik banjir seperti, di Jalan Veteran, Jalan Jenderal Sudirman sepanjang JM-Masjid Agung, Jalan Angkatan 45 mulai dari Palembang Icon-Palembang Square (PS), Jalan R Sukamto dekat SPBU, Jalan Residen Abdul Rozak, Simpang Celentang, Jalan H

Kasim, Jalan Urip Sumiharjo, Jalan M Isa, Jalan Mayor Ruslan dan lainnya. Sementara untuk di pemukiman, kata Bastari terjadi, di Poligon, Kedamaian tahap 2, Citra Damai, Tanjung Rawo dan Bukti Baru

“Sedangkan di wilayah yang paling parah banjir terjadi di Jalan Sapta Marga dan Citra Damai. Titik banjir yang juga disebabkan pasang air Sungai Musi, kerap terjadi di wilayah Seberang Ulu seperti di Jalan Mataram, Kertapati, plaju dan di pinggiran sungai musi,” tukasnya.

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster