Kejari Kota Lubuklinggau Tangani Korupsi 12 Kasus

 365 total views,  2 views today

LUBUKLINGGAU – Sebanyak 12 kasus dugaan korupsi ditangani Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Lubuklinggau tahun 12 ini. Seluruh kasus dugaan korupsi itu langsung dilakukan jaksa penuntut umum (JPU).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Lubuklinggau, Kuntadi melalui ‎Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Andri Mardiansyah mengatakan 12 kasus yang ditangani berbagai jenis mulai dari dugaan korupsi di PT Pertamina Kota Lubuklinggau yang berhubungan dengan pidana money laundry dan revitalisasi perkebunan (Revbun) yang ditangani. Mayoritas kerugian negara yang dialami miliaran. Jika untuk PT Pertamina ada kasus penyerta lainnya Rp1,7 miliar yakni pidana money laundry. Sedangkan untuk revbun sebesar Rp3,68 miliar.

Nah, seluruhnya masih proses persidangan. Jika PT Pertamina tersangka utama masih menjalani masa hukuman dalam kasus lain di Surabaya. Sehingga, ‎proses pemindahan tersangka memerlukan proses panjang harus melalui administrasi kementerian. Sedangkan untuk revbun, tiga terdakwa masih menjalani persidangan.

Lebih lanjut dikatakannya, ‎pihaknya saat ini masih kosentrasi dan memprioritaskan fakta di persidangan terhadap tiga terdakwa mantan oknum anggota dewan perwakilan daerah (DPRD) Kabupaten Mura. Sebab, dalam fakta persidangan terungkap berbagai hal keterkaitan instansi lainnya.

Fakta persidangan ini menjadi pintu pembuka tabir dugaan korupsi yang ada di revbun. Mulai dari peranan awal hingga kegiatan revbun selesai dilaksanakan. Semua fakta terbuka dari penjelasan para terdakwa. Sehingga, pihaknya tidak segan-segan mengali dan mencari bukti baru terhadap penyelesaian kasus yang ada.

“Nanti ada perkembangan lain untuk instansi terkait lainnya. Karena sekarang masih fokus penyelesaian revbun ditahun 2014 ini. Jangan sampai ada keresahan dan ada dugaan upaya menghilangkan barang bukti (BB),” jelas dia.‎

Terpisah, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Mura, AKBP Nurhadi Handayani didampingi Kasat Reskrim, AKP Teddy ‎mengatakan ditahun 2014 ada 2 kasus korupsi yang ditangani yakni, revbun dan dugaan kredit fiktif di Bank Sumsel Babel Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Mura.

“Untuk revbun itu terbanyak sampai enam tersangka. Namun, pihaknya tetap konsisten menyelesaikan kasus dugaan korupsi lainnya,”tegas Nurhadi.

Dia menambahkan, untuk proses penyelidikan kasus korupsi masih ada yang ditangani. “Nanti sewaktu-waktu ada kejutan pengungkapan kasus korupsi yang ditangani Pidkor Polres Mura,”tambahnya.

 

TEKS     : SRI PRADES

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster