Kasus Korupsi Revbun Muratara, Kejari Hadirkan 20 Saksi Dipersidangan

 235 total views,  2 views today

LUBUKLINGGAU – Sedikitnya 20 orang saksi telah dipanggil oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, terkait dugaan kasus korupsi Revitalisasi Perkebunan (Revbun) di Dinas Perkebunan Mura, yang merugikan keuangan negara hingga Rp 3,68 miliar.

Kepala Kejari Lubuklinggau, Kuntadi melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus), Andri Mardiansyah menyebut, saat ini proses hukum terhadap tiga mantan anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas (Mura) periode 2009-2014 yaitu Al Imron dan Budiman, serta Chaidirsyam yang merupakan mantan anggota DPRD Kota Lubuklinggau, masih dalam proses persidangan

Menurutnya, saat ini sebayak 20 orang saksi telah dilakukan pemeriksaan termasuk saksi ahli. “Saat ini proses persidangan masih berlangsung, lebih kurang ada 20 saksi sudah diperiksa, tuntutan hukuman ketiga perkara belum, masih menghadirkan saksi berikut dengan saksi ahlinya,” kata Andri.

Masih kata Andri, Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat ini masih kosentrasi dan memprioritaskan fakta di persidangan, sembari hal tersebut pihaknya juga melakukan proses pemeriksaan terkait dugaan institusi lain yang terlibat di kasus dugaan korupsi Revbun tersebut. “Kita masih fokus lihat di persidangan, untuk bukti baru belum dapat kita ungkapkan,” kata Andri.

Seperti diberitakan sebelumnya, selain tiga terdakwa itu ada tiga terdakwa lagi kasus Revbun, mereka telah di vonis bersalah. Ketiganya yakni Ngadino (pegawai BRI) di vonis 4 tahun penjara, Sudarman dan Sulaimanto, keduanya merupakan mantan pemimpin cabang BRI, dengan vonis penjara 4,5 tahun dan 3,5 tahun.

Dari keterangan terdakwa dipersidangan, semakin memperjelas rangkaian kasus revbun tersebut. Dan diduga ada institusi lain selain Dinas Perkebunan Mura, yang terlibat dalam kasus tersebut. “Berdasarkan persidangan terungkap, ada instansi lain yang terlibat dalam kasus korupsi tersebut. Diduga masih akan ada lagi tersangka tambahan lainnya,” jelas Andri.

Untuk mencari keterlibatan oknum lain, Kejari jelas Andri juga telah memanggil Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Mura, Ramdhani untuk dimintai keterangan terkait data dari kegiatan instansi tersebut.

“Kepala Disbun Mura dipanggil untuk dimintai keterangan, terkait pengembangan kasus Revbun. Meski demikian kita akan lihat fakta persidangannya, untuk menetapkan tersangka lainnya,” tukasnya.

 

TEKS            : SRI PRADES

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster