DPR RI Bakal Soroti Kinerja BPN Lahat

 260 total views,  2 views today

• Terkait Lambannya Penerbitan Sertifikat Lahan Milik Arpan

LAHAT – Anggota Komisi III DPR RI Gunhar akan serius menyoroti kinerja Badan Pertanahan Nasional (BPN) Cabang Lahat. Hal tersebut, dipicu lambannya proses penerbitan sertifikat lahan atas nama Arpan Kumrin, warga Kelurahan RD. PJKA Bandar Agung, Kecamatan Kota Lahat, yang telah diajukan sejak pertengahan 2013 silam. Namun, hingga saat ini, sertifikat yang dimaksud tidak terbit.

“Apa alasan pihak BPN Lahat itu, tidak mau menerbitkan sertifikat lahan warga? Terlebih lagi semua alat bukti dan legalitas kepemilikan lahan atas nama Arpan Kumrin tersebut sudah lengkap,” ujar Gunhar, Senin (10/11).

Gunhar meminta agar pihak BPN Lahat dapat memberikan keterangan yang jelas secara tertulis atas alasan apa yang menjadi kendala bagi pihak BPN untuk tidak menerbitkan sertifikat itu.

“Kalau hak guna usaha (HGU) perusahaan yang menjadi alasan BPN untuk tidak mau menerbitkannya, maka tolong di buat pernyataan secara tertulis. Atau, sudah ada orang lain yang menguasai lahan tersebut, coba tunjukkan siapa orangnya yang sudah berani menerbitkan sertifikat diatas lahan orang lain itu. Jangan Cuma ngomong saja,” tegas politisi Partai PDI P ini.

Seperti yang pernah diberitakan, Arpan Kumrin yang memiliki sebidang tanah (kebun karet) seluas satu setengah hektar lebih di kawasan Desa Manggul Kecamatan Kota Lahat, merupakan warisan orang tuanya.

Tanah ini olehnya dikelola, serta dibayar pajaknya sejak puluhan tahun silam. Dengan dasar bukti surat pembayaran pajak, alas hak, serta surat keterangan dari kepala desa dan juga surat surat penting lainnya, yang menyatakan bahwa lahan miliknya itu tidak termasuk dalam HGU PT PBJ, itu ada ditangannya.

“Lahan itu berasal dari orang tua saya, dan semua arsip penting yang asli ada di saya,” terang Arpan.

Sebelumnya, pria pensiunan pegawai PT. KAI ini, melalui pejabat pembuat akte tanah (PPAT) Rusyidi, SH (Alm) memberikan sejumlah uang dan berkas berkas yang berkaitan dengan lahan tersebut kepada pihak BPN Lahat pada bulan Agustus 2013 lalu.

“Bahkan saat itu, Pak Roedi mengetahui berkas dari notaris saya. Dan lahan saya sudah di ukur oleh BPN dengan jumlah luas sekitar 1,5 hektar. Kenapa kok, setelah PPAT nya (Rusyidi) meninggal, pihak BPN hanya mau menerbitkan sertifikat tanah saya hanya seluas 4000 Meter saja. Bukan 1,5 hektar sesuai dengan ukuran dari petugas BPN sebelumnya. Dengan alasan, terkena HGU PT PBJ,” keluh dia.

Tak sampai di situ, setelah berulang kali menanyakan proses pembuatan sertifikatnya ke pihak BPN selalu menemukan jalan buntu. Maka kemarin, Arpan meminta bantuan kepada anggota DPR. RI, dan kembali meminta ketegasan kepada pihak BPN Lahat, tentang apa yang menjadi alasan BPN sehingga proses penerbitan sertifikatnya dirasa sangat lamban.

“Saya ini sudah meminta bantuan kepada pihak pemerintah, bahkan Wakil Bupati Lahat dan juga ketua DPRD. Lahat sudah turut campur dalam urusan sertifikat tanah saya ini. Tapi kok, malah pihak BPN sepertinya mempermainkan saya. Setiap ditanya, alasannya selalu. Sedang di urus di Kanwil, makanya saya minta bantuan kepada Gunhar selaku anggota DPR RI,” ucap Arpan lagi.

Dihadapan pejabat BPN Lahat, Arpan berkata akan tetap memperjuangkan penerbitan sertifikat atas lahan yang menjadi hak dan di kuasainya sejak puluhan tahun lalu itu.

“Kami rakyat kecil ini jangan terlalu dibodohi, sampai ke lubang semut pun saya akan perjuangkan hak saya ini. Kami hanya ingin menuntut keadilan di BPN ini,” tantang Arpan.

Sementara itu, kepala BPN Lahat, Arifin Nur melalui M Roedi, selaku pejabat di BPN Lahat tak bisa banyak memberikan keterangan terkait persoalan ini. Dirinya hanya dapat menjanjikan akan segera mengurus sertifikatnya, dan akan berkoordinasi dengan Arifin Nur sebagai kepala BPN Lahat.

“Besok (hari ini, red), saya akan sampaikan pada Pak Arifin, karena dialah yang berhak mengambil keputusan. Jika dia masuk kantor, saya akan segera hubungi Pak Arpan. Tapi cobalah bapak buat dulu sertifikat yang 400 meter itu,” bujuk Roedi, kepada Arpan, di ruang kerjanya, kemarin.

 

TEKS     : JUMRA ZEFRI
EDITOR     : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster