Baru 50 Persen Angkot Gunakan BBG

 297 total views,  2 views today

Ilustrasi Stasiun SPBG | Dok KS

Ilustrasi Stasiun SPBG | Dok KS

PALEMBANG – Jelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, transportasi umum di Kota mulai was-was. Pasalnya kenaikan harga BBM itu, akan berimbas pada kenaikan biaya operasional mereka perhari.

Kondisi ini berbeda dengan angkutan umum, yang sudah menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG). Sayangnya kata Kepala Bidang (Kabid) Transportasi Jalan dan Rel, Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang, Agus Suprianto, baru 50 persen saja angkutan umum di Palembang yang menggunakan BBG.

“Masih ada 50 persen lagi, angkutan umum yang belum menggunakan konverter kit sehingga bisa menggunakan BBG. Mayoritas itu, adalah angkutan umum yang menggunakan bahan bakar solar,” kata Agus yang dibincangi, Senin (10/11).

Agus menyebut, konverter kit bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sudah diberikan kepada 866 unit angkutan kota (angkot) di Palembang. Itu jelasnya, baru mengcover 50 persen saja angkutan umum di Palembang.

Agus mengaku, pemberian konverter kit dari Kementerian ESDM diberikan dua tahap yakni pada 2010 sebanyak 666 unit dan 2011 sebanyak 200 unit, yang diperuntukkan bagi angkot. Sedangkan untuk kendaraan operasional kendaraan dinas, sebanyak 450 unit.

“Tapi, walaupun sudah di fasilitasi konverter kit, penggunaannya masih belum efektif. Untuk perawatan pun, baru ada satu bengkel yang menyediakan. Sementara untuk stasiun pengisian baru satu yang beroperasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Palembang, Masripin Toyib mengatakan, efektifitas peralihan pengguna BBM ke BBG ini, sangat menunjang operasional angkot. Menurutnya, jika kenaikan BBM benar-benar diterapkan pemerintah maka penggunaan BBM akan lebih efisien.

“Harapan kami semua angkot sudah pakai konverter kit. Namun bantuan dari kementerian masih belum banyak, sementara subsidi dari pemerintah kota belum ada. Bagi yang belum menggunakan BBG disarankan untuk membeli konverter kit sendiri, karena jika dihitung-hitung biaya bahan bakar cukup murah jika menggunakan BBG,” ujarnya.

Sambung Masripin, untuk 2014 ini, bantuan dari kementerian maupun Pemkot Palembang belum ada. Sementara kenaikan harga BBM, sudah mulai diperbincangkan. “Kami belum bisa pastikan bantuan konverter kit,” tukasnya.

 

TEKS        : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR       : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster