SP2J Disarankan Rekrut Kembali Karyawannya

 364 total views,  2 views today

Aksi mogok dan demonstrasi Supir dan Pramuniaga Bus TransMusi di kantor DPRD kota Palembang beberapa Waktu Lalu berujung pada pemecatan beberapa karyawannya | Dok KS

Aksi mogok dan demonstrasi Supir dan Pramuniaga Bus TransMusi di kantor DPRD kota Palembang beberapa Waktu Lalu berujung pada pemecatan beberapa karyawannya | Dok KS

PALEMBANG – Setelah melalui proses pengkajian yang cukup mendalam, akhirnya Dinas Tenaga Kerja (Dinasker) Palembang menyatakan eks karyawan Bus Rapid Transit (BRT) Transmusi yang diberhentikan oleh PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), bisa di pekerjakan kembali.

Kepala Disnaker Palembang, Gunawan mengatakan, Disnaker sudah memediasi antara eks karyawan Transmusi dengan manajemen SP2J. Dari hasil mediasi itu, Disnaker menyarankan agar SP2J merekrut kembali eks karyawannya tersebut.

Hal itu ujarnya, sesuai juga dengan Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.”Kalau kami kan hanya di level pembinaan dan sudah di mediasi. Tentu pihak perusahaan sudah mengetahui hal itu, apakah dilaksanakan atau tidak tergantung perusahaan,” kata Gunawan, kemarin.

Selain itu sambung Gunawan, Disnaker juga menyarankan persoalan itu tidak dibawa ke pengadilan industrial. Namun, apabila tidak menemui kesepakatan antara kedua belah, pihak terpaksa harus menempuh proses pengadilan. “Yah, kami berharap ada komunikasi antara pihak perusahaan dengan eks karyawan. Artinya bisa musyawarah. Namun jika memang tidak bisa, di proses di pengadilan,” ujarnya.

Gunawan menambahkan, dalam rapat yang dilakukan Disnaker dan manajemen PT SP2J, SP2J akan menyanggupi untuk kembali memperkerjaan eks karyawan tersebut. Namun, perusahaan akan menyeleksi kembali, siapa yang yang sesuai untuk kembali bekerja.

Artinya bagi eks karyawan yang benar-benar tidak lulus seleksi, SP2J menyanggupi untuk membayar uang pesangon kepada eks karyawan tersebut. “Tapi saya sarankan seluruh eks karyawannya, bekerja kembali. Namun kami hanya menyarankan saja, untuk keputusan kami serahkan sepenuhnya dengan pihak perusahaan. Karena Disnaker sudah mendapatkan keterangan baik dari pihak eks karyawan dan perusahaan, PT SP2J,” tambahnya.

Sementara itu, Eks Karyawan Transmusi, Juliansyah mengatakan, mereka hanya meminta kepada perusahaan untuk dapat mepekerjakan mereka kembali. Namun, apabila tidak bisa maka PT SP2J harus memenuhi kewajiban sesuai UU Ketenangakerjaan yakni membayar uang pesangon berdasarkan masa kerja.

“Kami saat ini, masih menunggu. Harapan terbesar kami dapat bekerja kembali dan harus dibuat perjanjian, yang saling menguntungkan atau tanpa syarat,” ucapnya saat dihubungi, Minggu (9/11).

Sambungnya, pihaknya juga meminta manajemen harus menghargai hak dasar karyawan untuk tetap membayar gaji tepat waktu. “Kami minta gaji, jangan macet lagi dan pengelolaan keuangan harus transparan,” tukasnya.

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster