“Naikkan Harga Karet Dulu !”

 351 total views,  2 views today

Ilustrasi Karet | Dok KS

Ilustrasi Karet | Dok KS

EMPAT LAWANG – Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menuai penolakan masyarakat, khususnya petani karet. Mereka berharap pemerintah menaikkan harga karet terlebih dahulu, baru menaikkan harga BBM subsidi.

Fendi (36), salah satu petani karet di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang yang dibincangi Kabar Sumatera, Minggu (9/11) mengaku kuatir, kenaikan harga BBM akan disusul kenaikan harga sembilan bahan pokok (Sembako).

Kondisi itu menurutnya, tentu akan memberatkannya. Sebab dengan kenaikan harga sembako, maka kebutuhan ekonomi keluarganya semakin membesar sementara penghasilannya, jauh menurun. “Sekarang penghasilan kami, hanya dikisaran Rp 30 ribu per hari. Kalau harga BBM naik, nanti sembako pasti naik,” keluh petani yang hidup dari upahan menyadap karet harian ini.

Memang kata Fendi, ia tidak terlalu membutuhkan BBM sebab tidak memiliki kendaraan bermotor. Tetapi tetap saja kenaikan harga BBM itu, akan berimbas kepadanya. Namun ujarnya, kalau harga karet kembali stabil tidak menjadi soal.

Saat ini bebernya, harga karet hanya dikisaran Rp 4.500 perkilogram. Setiap hari ia mengaku, hanya bisa menyadap sebanyak 20 kilogram , sedangkan waktu normal penyadapan lima kali seminggu. Belum lagi kalau hujan turun pagi hari, petani tidak bisa menyadap karetnya. “Kalau kami buruh sadap hanya dapat sebagian hasil, kalau bisa pak presiden “naikkan harga karet dulu, baru BBM,” katanya.

Senada diungkapkan Man (45), petani karet di Desa Baturaja. Ia menyebut, saat ini kehidupan petani karet sulit, kalau BBM naik tentu akan lebih sulit lagi. “Kami yakin tujuan BBM naik juga baik, tapi kalau bisa naikkan dulu harga karet,” imbuhnya.

Ia pun mempertanyakan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) belum disalurkan ke daerah. “Penyaluran bantuan dari pengalihan subsidi BBM harus jelas, kalau bisa menyeluruh ke masyarakat miskin seperti kami,” pintanya.

Belum Saatnya Dinaikkan

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Banyuasin, Indra Gunawan menyebut kenaikan harga BBM belum saatnya dilakukan.

Sebab kata politisi Partai Gerindra ini, kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang sulit sulit. Masyarakat Banyuasin misalnya sebut dia, mayoritas penduduknya adalah petani karet dimana harganya sedang anjlok. “Terus terang, saya pribadi sangat tidak setuju jika harga BBM subsidi dinaikan” ucapnya.

Dikatakannya selain karena ekonomi masyarakat, terutama petani karet akibat anjloknya harga karet, kenaikan harga BBM belum tepat sebab saat ini harga minyak dunia sedang turun “Harga minyak dunia turun, mengapa pemerintah sibuk ingin menaikan harga BBM tersebut,” kritiknya.

“Jika dipaksa, tentu akan memperpanjang penderitaan rakyat, terutama yang berdomisili di daerah dan yang berekonomi lemah, “ tukasnya.

 

TEKS           : SAUKANI/DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster