Harga Cabai di OI Tembus Rp 60 Ribu

 153 total views,  2 views today

INDERALAYA – Harga komoditas seperti cabai nampaknya sudah mulai merangkak naik di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Di Pasar Inderalaya, cabai merah yang biasanya Rp 40.000 perkg, kini tembus Rp60.000 perkg. Selain itu, cabai hijau yang biasanya Rp20.000 perkg, kini menjadi Rp50.000 perkg.

Akibat kenaikan tersebut, sejumlah ibu rumah tangga mulai kebingungan. Apalagi, adanya wacana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), pada akhir November mendatang.

Lis (28) warga Sakatiga, Inderalaya mengaku kenaikan harga cabai dinilai sangat memberatkan dan pasti berimbas pada kenaikan barang lainnya.

“Iya, Mas saya baru tau, biasanya saya beli cabai Rp 40ribu, sekarang sudah Rp 60ribu,” keluh pemilik warung nasi ini, kemarin.

Ia menambahkan, dirinya juga tidak akan otomatis menaikan harga makanan yang dijualnya. “Saya khawatir, kalau makanan ini naik, pelanggan kabur,” ucapnya.

Hal senada juga dikeluhkan ibu rumah tangga, Santi (30), warga Palemraya. Naiknya harga cabai sejak beberapa pekan terakhir sangat membuat dirinya bingung. “Bingunglah Mas. Mau masak yang bercabai mahal. Jadi paling seadanya aja,” singkatnya sambil berlalu.

Sementara itu, Nani, penjual cabai mengaku, kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak beberapa pekan lalu. Menurutnya, kenaikan harga cabai lantaran banyak petani yang gagal panen dan cabai sedikit langka.

“Kan kemarin musim kemarau, air susah jadi banyak yang gagal. Pasokan tersendat makanya harga cabai naik,” ujarnya.

Disinggung akan turun kembali, Nani menjelaskan, dirinya tidak mengetahui kapan harga cabai akan kembali turun. “Wah, ga tau Mas. Mungkin besok, mungkin juga bulan depan. Tergantung pasokan aja,” pungkasnya.

 

Teks   : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster