DMI Larang Sumbangan Masjid Gentayangan

 348 total views,  2 views today

LUBUKLINGGAU – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Lubuklinggau melarang pengurus atau siapa saja menjalankan kotak amal, untuk sumbangan masjid di pasar, pertokoan dan ke rumah-rumah masyarakat.

Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau sudah menyiapkan anggaran cukup besar untuk rehab dan perbaikan masjid. Bahkan jelasnya, di 2015 nanti bakal dianggarkan dana Rp 5 miliar untuk pembangunan tiga masjid dan rehab masjid di Lubuklinggau.

“Renovasi dan rehab masjid, sudah dilakukan sejak tahun ini. Total jumlah masjid di Kota Lubuklinggau sebanyak 148 masjid, ada 46 masjid lagi yang belum mendapatkan bantuan renovasi. Insya Allah tahun depan, bantuan renovasi dilanjutkan,” kata Ketua DMI Kota Lubuklinggau, H. Tarmizi, kemarin.

Menurutnya, sebelum dikucurkan dana renovasi masjid, tim terkait akan melakukan pemantauan ke lapangan. “Ada juga masjid yang kondisi fisiknya sudah sangat bagus, jadi dinilai tidak perlu lagi mendapatkan bantuan renovasi. Namun, kita akan coba mengalokasikan dana untuk bantuan kelengkapan masjid,” ungkapnya.

Selain memberikan bantuan rehab masjid, Pemkot Lubuklinggau juga rencananya akan membangun masjid baru, salah satunya di Kelurahan Air Kati. “Saya belum tahu pasti dimana lokasi pembangunan masjid baru itu, tapi sepertinya akan ada pembangunan tersebut. Kita ucapkan terimakasih kepada wali kota dan wakil wali kota yang memiliki perhatian dalam bidang keagamaan,” ujarnya.

Dijelaskan Tarmizi, salah satu tujuan program renovasi masjid dalam rangka memakmurkan masjid itu sendiri, sehingga pengurus masjid dapat mengelola keuangan masjid untuk acara keagamaan dan lainnya. “Kalau sudah ada bantuan dana renovasi, lalu untuk apa lagi membawa kaleng sumbangan meminta-minta di pasar. Kami (DMI) sangat melarang hal itu,” tegasnya.

Guna menambah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan pengurus masjid dalam memakmurkan masjid,DMI juga menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pengurus masjid disetiap kelurahan. “Ini sudah kedua kalinya dilakukan Bimtek. Pesertanya sebanyak 100 orang dari utusan 50 masjid masing-masing sebanyak dua orang,” tukasnya.

 

TEKS              : SRI PRADES

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster