Bus “Viking” Dilempar Bom Molotov, 11 Suporter Singa Mania Diamankan

 1,193 total views,  2 views today

Puluhan suporter singa mania saat diamankan petugas polsek pemulutan usai melempar bom molotov ke arah bus yang di tumpangi suporter Persib Bandung di Desa Pegayut Kecamatan Pemulutan Kabupaten OI.| Dok KS

Puluhan suporter singa mania saat diamankan petugas polsek pemulutan usai melempar bom molotov ke arah bus yang di tumpangi suporter Persib Bandung di Desa Pegayut Kecamatan Pemulutan Kabupaten OI.| Dok KS

INDERALAYA – Aksi tidak terpuji dipertontonkan sekelompok remaja yang mengaku sebagai Suporter Singa Mania (Pendukung SFC), dengan melemparkan bom molotov kepada iring-iringan bus yang mengangkut suporter Persib (Viking), usai menyaksikan final Indonesia Super Leage (ISL), antara Persib melawan Persipura di Stadion Jakabaring Palembang, Jumat lalu.

Akibatnya, 11 remaja dan lima bom molotov serta dua senjata tajam kini diamankan di Mapolsek Pemulutan.

Ke 11 remaja tersebut Andi (17), Erwin (16), Boy (16), Jefri (17), Reza (17), Amar (17), Fiqih (14), Dede (17), Kemas (17), Fredy (17) dan Bayu (17), warga Palembang,

Informasi yang didapat, saat itu iring-iringan bus pendukung Persib melintas di Desa Pegayut Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sabtu (8/11) pukul 01.00 dinihari.

Belasan remaja yang tergolong masih di bawah umur dan rata-rata berstatus pelajar pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) ini ternyata sudah berkumpul di rawa-rawa dan di kolong Jembatan Keramasan, Kertapati.

Alat yang dipersiapkan untuk menyerang yakni bom molotov, samurai, golok serta batu baik ukuran besar maupun kecil.

Selain itu juga terdapat satu buah handuk serta dua buah kartu anggota suporter bertuliskan “Singa Mania”.

Di saat puluhan bus yang mengangkut suporter Persib Bandung melintas di depan, kelompok remaja yang sudah dipengaruni oleh minuman keras langsung melempar bom molotov sebanyak dua kali dan melemparkan puluhan batu.

Beruntung, upaya pelemparan bom molotov tersebut tidak sempat menelan korban lantaran, petugas Polsek Pemulutan yang Kanit Reskrim Bripka Arial Fikribeserta Katim Buser Brigpol Zulkarnain Afianata bersama anggota lainnya sedang siaga di lokasi.

Lantaran berlangsung anarkis, petugas langsung meletuskan senjata api beberapa kali ke udara hingga membuat puluhan suporter kocar-kacir kalang kabut bersembunyi di rawa-rawa dengan posisi tiarap.

Petugas pun akhirnya langsung menyergap mereka dan membawa ke Mapolsek Pemulutan guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Menurut pengakuan beberapa orang remaja yang diamankan itu mengatakan, tindakan yang dilakukannya sebagai upaya balas dendam karena usai tim pendukungnya bertanding mereka pun sering dilempari oleh suporter lain.

“Sebagai tindakan pembalasan Kak, karena kami pernah merasa dilempari oleh suporter lain,” ujar By, salah seorang suporter yang diamankan, Sabtu (8/11) di ruang penyidik Mapolsek Pemulutan.

Sementara itu, menurut pengakuan suporter yang lainnya mengaku tindakan itu hanya iseng dan ikut-ikutan saja. “Iseng dan cuma ikut-ikutan saja Pak,” tuturnya.

Kapolres OI AKBP Asep Jajat Sudrajat SIk melalui Kapolsek Pemulutan Iptu M Ali Asri SH membenarkan pihaknya telah mengamankan belasan remaja pelempar bom molotov ke arah iring-iringan bus pengangkut ratusan bahkan ribuan simpatisan tim sepakbola Persib Bandung.

Dikatakan Kapolsek, tindakan yang dilakukan oleh belasan remaja itu sangat berbahaya. Bahkan, bisa mengakibatkan korban jiwa.

“Berhubung mereka masih di bawah umur. Jadi, mereka tak begitu memahami hal itu. Tindakan mereka itu, dapat dikenai pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap seseorang. Namun, kami akan mendalami perkara ini untuk dilakukan tindak lanjut,” pungkasnya.

 

Teks    : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster