Belum Nikmati Air Bersih, Warga Karya Jaya Terpaksa Gunakan Air Rawa

 225 total views,  2 views today

PALEMBANG – Warga di Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kota Palembang, sampai saat ini belum bisa menikmati aliran air bersih dari PDAM Tirta Musi, padahal harusnya aliran air bersih itu sudah dinikmati warga sejak 2013 lalu. Hal ini disebabkan, PDAM Tirta Musi belum membayar sewa lahan.

Rodiono, salah satu warga Karya Jaya yang dibincangi Kabar Sumatera mengaku sudah sejak 1960, warga Kelurahan Karya Jaya, belum mendapatkan suplai air bersih dari PDAM Tirta Musi. “Kami tidak pernah mendapatkan pasokan air dari PDAM. Untuk minum, harus beli galon, bahkan harus menggunakan air rawa,” kata Rodiono, Minggu (9/11).

Rodiono menyebut, berdasarkan informasi yang diterima warga, 2013 lalu PDAM sudah membangun sambungan pipa ke wilayah Karya Jaya. Namun, hingga sekarang warga sekitar belum merasakan air bersih dari PDAM.

Padahal jelasnya, warga sangat membutuhkan air bersih. “Sepekan biasanya membeli 12 galon. Untuk harga per galon Rp 3.500, sedangkan untuk mandi warga mandi ke Sungai Ogan di seberang jalan,” ujarnya.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun, PDAM Tirta Musi telah melakukan penanaman pipa sepanjang tujuh kilometer (km), yang dimulai dari Jalan Ki Marogan hingga Karya Jaya, yang telah di anggarkan dari APBD 2013.

Namun, hingga sekarang, pemasangan pipa yang tersebut terbengkalai, karena terkendala masalah sewa lahan dengan Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) wilayah III. Tapi, saat di konfirmasi ke pihak PDAM Tirta Musi Palembang, enggan menjawab pertanyaan yang di ajukan terkait dengan hal tersebut. “Coba tanyakan ke Stepanus (Direktur Teknik, PDAM),” kata Direktur Operasional PDAM Tirta Musi, Andi Wijaya saat dihubungi, Minggu (9/11).

Sementara itu, Kabag Tata Usaha BBPJN III, Mukhtar Napitupulu mengatakan, saat ini BBPJN III tinggal menunggu uang setor dari PDAM, terkait uang sewa lahan. Pasalnya, untuk penyaluran air bersih yang pipanya masuk jalan nasional punya mekanisme secara Undang-undang (UU), salah satunya setiap 1,5 meter penggalian tanah pemasangan pipa dan pemadatan tanah untuk menghidari tekanan dari luar.

“Secara ketentuan sudah jelas, saya pikir PDAM sudah mengerti permasalahan ini, hanya saja penyetoran biaya sewa lahan ini yang belum disetorkan sehingga izin belum bisa dikeluarkan,” ujarnya.

Mukhtar menjelaskan, sebenarnya penerbitan izin pemasangan pipa induk setelah biaya sewa lahan dikeluarkan dan disetor PDAM ke negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB), tidak memerlukan waktu lama.

Bahkan, hanya hitungan jam, artinya kurang dari satu hari setelah disetor, izin sudah bisa dikeluarkan. “Pengurusan ini sudah lama dilakukan PDAM, dan tidak ada masalah lain dalam kepengurusannya. Sekarang tinggal menunggu setoran sewa lahannya saja,” tukasnya.

 

TEKS            : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster