Stok Terbatas, Harga Sembako di Pagaralam Naik

 294 total views,  2 views today

Ilustrasi Kebutuhan Sembako | Dok KS

Ilustrasi Kebutuhan Sembako | Dok KS

PAGARALAM – Menjelang akhir tahun, harga kebutuhan pokok disejumlah pasar tradisional yang di Pagaralam terus merangkak naik hingga 10-20 persen. Adapun beberapa kebutuhan masyarakat yang mengalami kenaikan, diantaranya beras naik menjadi Rp. 9.000 semula Rp. 8.000, gula pasir dari Rp10.000 naik menjadi Rp12.000 per kg, minyak sayur dari Rp10.000 naik menjadi Rp12.000 per kg,  tepung gadung Rp8.000 naik menjadi Rp9.000 per kg, susu cair Rp11.000 naik menjadi Rp12.000 per kaleng.

Kemudian,  telur ayam broiler dari 1.000  naik menjadi Rp1.200 per butir atau Rp30.000 per karpet  menjadi Rp33.000 per karpet, kacang hijau semula Rp 14.000 naik menjadi Rp15.000 per kg, ikan teri sedang dari Rp40.000 per kg naik menjadi Rp50.000 per kg. Kemudian bawang merah dari Rp 22.000 per kg menjadi  Rp25.000 per kg, bawang putih Rp15.000 per kg menjadi Rp17.000 per kg.

“Sejak satu pekan terakhir, sejumlah kebutuhan masyarakat terus naik antara 10 hingga 20 persen. Sementara permintaan meningkat, tapi stok yang ada terbatas, ” ujar Hasan (52) agen sembako di Pasar Eks Seghepat Seghendi, kemarin (7/11).

Menurutnya, kenaikan harga berbagai kebutuhan tahun ini sudah berulang kali, tapi terjadi secara bertahap. Bahkan hampir 2 kali dalam seminggu terjadi kenaikan harga kebutuhan masyarakat, terutama saat permintaan meningkat dan persediaan sedikit.

“Kenaikan berbagai kebutuhan bukan terjadi karena kelangkaan, tapi akibat peningkatan permintaan terutama untuk masyarakat saat menggelar hajatan,” terangnya seraya berujar kenaikan harga kebutuhan saat ini  dalam satu minggu sudah hampir tiga kali mengalami kenaikan.

Hengki, agen sembako lainnya pun mengemukakan hal yang sama. Ia mengatakan, menjelang akhir tahun memang permintaan terus meningkat baik untuk kebutuhan warga yang hendak menggelar hajatan maupun membeli dalam jumlah banyak. Sementara persedian yang ada terbatas, karena pasokan yang ada mayoritas didatangkan dari luar daerah.

“Kami juga binggung kalau mau menaikan harga, padahal ditingkat agen di Palembang memang sudah naik,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Pengelolaan Pasar  (Disperindagkop UKM PP) Kota Pagaralam Rahmat Madroh SSos mengatakan, kenaikan dan kelangkaan berbagai jenis kebutuhan pokok memang sudah sesuai mekanisme pasar. Kadangkala stok banyak permintaan sedikit, begitupula sebaliknya stok terbatas permintaan meningkat hingga memperngaruhi harga di pasaran.

“Meski begitu, kita terus berupaya mengawasi kondisi yang ada agar pedagang tidak menaikan harga secara sepihak,” singkatnya.

 

TEKS      : ANTONI STEFEN

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster