Perusahaan Kertas Terbesar Di ASia Salurkan Beasiswa

 348 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – PT OKI Pulp & Paper Mills merupakan perusahaan pabrik kertas terbesar di Asia. Pabriknya saat ini tengah dibangun di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Perusahaan yang masuk grup APP (Asia Pulp & Paper) ini bertekad menjadi pelopor penjagaan lahan gambut, yang selama ini selalu mengalami kebakaran.

Salah satu caranya merangkul tenaga kerja dari masyarakat lokal, yang memiliki pengetahuan yang baik mengenai industri pulp dan kertas dan memahami persoalan lingkungan hidup.

“Faktanya kita kan sulit mendapatkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang ideal tersebut. Apalagi generasi muda di pedesaan sangat minim mendapatkan pendidikan formal yang baik. Caranya kita akan memberikan bantuan beasiswa pendidikan. Terutama kepada generasi muda yang sudah masuk usia kerja,” kata Humas PT OKI Pulp & Paper Gadang Hesta Hartawan di Kayuagung, Jumat (7/11)

Untuk tahap awal, kata Gadang, pihaknya telah memberikan beasiswa kepada empat anak di Kecamatan Air Sugihan dan Tulungselapan. Saat ini mereka sudah kuliah di Akademi Teknologi Pulp dan Kertas (ATPK) Bandung, Jawa Barat. Keempat anak tersebut Anwar Amidi, warga Desa Rantau Karya, Ari Susanto dari Desa Nusa Karta, Yusuf Firmansyah dari Desa Jadi Muliya, serta Adi Irawan Siswa dari Kecamatan Tulungselapan. Keempat anak tersebut merupakan seleksi dari 10 siswa terbaik dari dua sekolah menengah atas di Air Sugihan dan Tulungselapan.

Salah satu materi tes bagi mereka yang akan menerima beasiswa yakni mengenai lingkungan hidup, khususnya mengenai lahan gambut. Selain biaya kuliah dibayar penuh, mereka juga mendapat bebas biaya asrama, uang saku sebesar Rp 1 juta per bulan, biaya tiket liburan lebaran Rp 1juta per tahun, biaya buku dan alat tulis sebesar Rp 1 juta per tahun.

APP dan ATPK telah menjalin kerja sama cukup lama dalam penempatan calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan industri pulp dan kertas tiap tahunnya. Ratusan lulusan terbaik langsung dipekerjakan pada pabrik-pabrik milik APP di Indonesia.

Seperti diketahui,  saat ini di Indonesia beroperasi 16 pabrik pulp yang memproduksi pulp serat pendek dan serat panjang, serta 74 pabrik kertas yang memproduksi kertas tulis cetak, kertas koran, kertas industri, dan kertas rumah tangga. Industri ini tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Lampung, Riau, Jambi, Sumatera Utara, Aceh, dan Kalimantan.

“Program ini insyaallah akan dilakukan setiap tahun bagi masyarakat di sekitar perusahaan hingga kebutuhan tenaga kerja tercukupi,” kata Gadang.

Dijelaskan Gadang, tenaga kerja yang berpendidikan yang berasal dari lokal atau di sekitar pabrik, akan menjadi juru bicara lingkungan di masyarakat. Dia akan memberikan pengertian dan pemahaman terhadap keluarga, tetangga, atau teman sekampungnya jika aktifitas pembakaran lahan dalam usaha pertanian dan perkebunan tidaklah baik, dan harus dihindari.

“Sebab jika terjadi kebakaran bukan hanya masyarakat yang rugi juga perusahaan yang memberikan dampak ekonomi yang baik bagi mereka,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, mengambil tenaga kerja lokal selain menghindari adanya kecemburuan sosial sehingga kedepannya tidak akan menimbulkan konflik, juga sebagai usaha meningkatkan ekonomi dan derajat masyarakat di sekitar perusahaan, yang umumnya hidup dalam kekurangan.

“Kalau masyarakat sejahtera saya percaya lahan gambut akan terjaga. Aktifitas perambahan hutan gambut atau pembakaran lahan gambut itu akibat kemiskinan dan pengetahuan yang lemah. Jika mereka sejahtera, tidak akan ada lagi aktifitas tersebut,” ujarnya.

Selain tenaga kerja terdidik, perusahaan juga membuka peluang sebesar-besarnya bagi masyarakat lokal untuk bekerja di perusahaan.

“Tentunya sebelum bekerja mereka akan diberikan pendidikan, termasuk pemahaman mengenai lingkungan hidup. Contoh yang paling sederhana jangan sembarangan membuang puntung rokok, sebab pada lahan gambut hal tersebut dapat menimbulkan kebakaran,” ujarnya.

Selain memberikan beasiswa pendidikan kepada masyarakat lokal, PT OKI Pulp & Paper Mills juga mendorong program penguatan pangan di masyarakat, termasuk pula membangun infrastruktur bagi kepentingan masyarakat. Program ini sejalan dengan visi pemerintah Kabupaten OKI yang akan membangun dari desa.

“Program pangan yang akan didorong pada masyarakat, sesuai dengan aktifitas pertanian yang sudah berlangsung selama ini. Seperti padi, buahan, dan sayuran. Kita pun akan mendorong pengembangan pangan berupa perikanan yang memanfaatkan Sungai Air Sugihan oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara untuk infrastruktur masyarakat, pihaknya telah membangun 12 jembatan. Jembatan ini menghubungkan berbagai wilayah desa di Air Sugihan yang dibatasi oleh sejumlah sungai dan kanal.

“Jembatan ini sangat bermanfaat bagi aktifitas masyarakat, sebab dibangun permanen yang dapat dilalui mobil,” ujarnya.

 

TEKS      : DONI AFRIANSYAH

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster