Pertandingan Berlangsung Dramatis, Persib Juara ISL 2014

 324 total views,  2 views today

Celebrasi Para Pemain Persib Stelah Mengalahkan Persipura Melalui drama adu pinalti | Foto : bagus Kurniawan/KS

Celebrasi Para Pemain Persib Stelah Mengalahkan Persipura Melalui drama adu pinalti | Foto : bagus Kurniawan/KS

PALEMBANG – Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang menjadi stadion keberuntungan bagi Persib Bandung tahun ini. Di stadion inilah, Maung Bandung (julukan Persib) secara dramatis berhasil merebut juara Indonesia Super League (ISL) 2014.

Dihuni banyak mantan pemain Sriwijaya FC mulai dari Firman Utina, Tantang, Supardi, dan Toni Sucipto, membuat pemain-pemain Persib tersebut merasa bermain di kandang sendiri. Apalagi mereka, didukung puluhan ribu Bobotoh yang datang jauh-jauh dari Bandung.

Namun tak mudah bagi Persib, untuk menuntaskan impinan meraih gelar juara tersebut. Gelar juara ISL 2014, harus ditentukan dengan adu pinalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 dalam waktu normal.

Dalam adu tos-tosan, semua eksekutor dari Persib sukses menjalankan tugasnya. Sementara Nelson Alom, tendangan pinaltinya berhasil ditepis kiper Persib, I Made Wirawan. Sehingga Persib berhasil unggul dengan skor 5-4.

Jalannya Pertandingan

Pertandingan final ISL 2014 sendiri, berlangsung ketat. Begitu kick off ditiup, intensitas tinggi dan jual beli serangan diperagakan kedua tim. Mutiara Hitam (julukan Persipura), memperagakan permainan cepat dan pressing ketat. Sementara Persib mengandalkan kecepatan kedua sayapnya.

Namun Persipura, berhasil unggul lebih dahulu. Laga baru berjalan lima menit, Ian Louis Kabes membuat ribuan pendukung Persib yang memadati Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, terdiam. Kabes, sukses membobol gawang Persib yang dikawal I Made Wirawan melalui tendangan kerasnya.

Tertinggal, membuat pemain Persib meninggkatkan serangan. Ferdinand Sinaga nnyaris menyamakan kedudukan andai sundulannya, tidak menyamping dari gawang Persipura yang dikawal Dede Sulaiman. Beberapa menit kemudian, giliran Makan Konate yang menguji Dede Sulaiman, tetapi tendangan gelandang Persib itu masih melambung.

Persipura tak mau ditekan, serangan balik cepat diperagakan Boaz Salossa, dkk. Menit 20, gelandang Persipura asal Argentina, Robertino Pugliara nyaris memperbesar keunggulan Persipura. Tetapi I Made Wirawan masih bisa menepis tendangan keras Robertino tersebut.

Serangan demi serangan yang dibangun kedua tim, sama-sama kandas. Persib yang bernafsu mengejar ketertinggalan terus menekan areal pertahanan Persipura. Malapetaka datang ke kubu Persipura, bek tangguh Persipura, Bio Paulin harus diusir wasit dari lapangan permainan, usai mendapatkan kartu kuning kedua karena melanggar Ferdinand.

Buah pelanggaran tersebut, wasit memberikan tendangan bebas kepada pemain Persib. Tendangan bebas ini, menghasilkan kemelut di depan gawang Persipura. Imanuel Wanggai yang coba membuang bola, justru membobol gawang sendiri. Gol tersebut, menjadi gol penyeimbang bagi Persib sekaligus menutup pertandingan babak pertama.

Dibabak kedua, unggul satu pemain, anak asuh Djajang Nurdjaman tersebut meningkatkan gempurannya ke areal pertahanan Persipura, tetapi pertahanan Persipura masih kokoh. Walau kehilangan satu pemain, Persipura masih memperagakan permainan agresif. Namun itu harus dibayar mahal.

Di menit ke-52, Persib berhasil unggul menjadi 2-1, melalui kaki M Ridwan. Umpan dari Firman Utina, disambut dengan pergerakan cepat. Mantan pemain Sriwijaya FC ini, melepaskan tendangan keras yang tidak bisa ditepis oleh Dede Sulaiman.

Defisit satu gol dan kehilangan satu pemain, tidak membuat pemain Persipura down. Mental juara justru dipertunjukkan mereka. Mettu Duaramuri yang menggantikan posisi Jackson sebagai pelatih, setelah memperkuat barisan pertahanan dengan memasukkan Nelson Alom kemudian memasukkan Ferinando Pahabol menggantikan Kabes di menit 65.

Masukknya pemain mungil lincah itu, membuat serangan Persipura lebih hidup. Gempuran demi gempuran dilakukan Persipura ke jantung pertahanan Persib. Upaya tersebut akhirnya berhasil di menit ke-79.

Berawal dari pergerakan Pahabol dari sisi sayap, bola diteruskan ke Robertino Pugliara di areal pinalti. Melihat Boaz berdiri bebas, Robertino melepaskan bola mendatar yang langsung disambut Boaz. Dengan mudah, kapten Timnas Indonesia senior ini menceploskan bola, hingga kedudukan menjadi 2-2.

Kedudukan imbang ini, bertahan sampai babak kedua usai. Wasit yang memimpin pertandingan memberikan tambahan waktu 2 X 15 menit, tetapi tetap saja tidak gol lagi tercipta sehingga adu pinalti pun harus dilakukan untuk menuntaskan pertandingan.

Makan Konate yang menjadi algojo pertama bagi Persib, sukses dengan tugasnya. Sedangkan Boaz yang mengambil pinalti pertama, juga berhasil memperdaya I Made Wirawan. Eksekutor Persib lainnya, Ferdinand Sinaga, Tony Sucipto, dan Supardi juga berhasil menjalankan tugasnya.

Di kubu Persipura, Yohanes Pahabol dan Robertino Pugliara mampu membobol gawang Persib. Tetapi Nelson Alom yang menjadi algojo keempat, menemui kegagalan setelah tendangannya dapat dibendung I Made Wirawan. Achmad Jufriyanto yang menjadi eksekutor terakhir Persib ,sukses menjebol gawang Dede Sulaiman, sekaligus memastikan Persib memenangi laga untuk menjadi kampiun ISL 2014.

 

TEKS           : IQBAL

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster