Kenaikan BBM Kian Perkuat Kemiskinan

12 total views, 3 views today

ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

PALEMBANG – Rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang akan ditetapkan oleh pemerintah, dikeluhkan masyarakat khususnya masyarkaat kalangan menengah kebawah. Masyarakat sangat menyeyangkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo, yang dianggap dapat merubah kesejehateraan masyarakat lebih baik ternyata malah sebaliknya.

“Kalau harga BBM naik, maka itu akan semakin memperkuat rantai kemiskinan di masyarakat. Apapun alasannya, kenaikan harga BBM akan membuat masyarakat semakin sulit,” kata Ketua Seknas Tani Sumsel, Anwar Sadat ketika dibincangi, Jumat (7/11).

” Secara pribadi saya menolak keras bila terjadi kenaikan harga BBM, karena akan berdampak negatif terutama bagi rakyat tani, yang hingga saat ini masih dihadapkan pada situasi minimnya akses tanah, permodalan, rendahnya harga produksi pertanian, terutama komoditi karet ” sebut mantan Direktur Eksekutif Walhi Sumsel ini.

Menurut Sadat, seharusnya pemerintahan Jokowi-JK yang sudah dekat dengan rakyat harus lebih mendengarkan aspirasi rakyat, terlebih pemerintahan ini harus lebih memberikan perhatian dalam sektor pertanian terutama karet yang merupakan andalan dari mayoritas petani yang ada di Sumsel.

“Saat ini yang terpenting adalah bagaimana mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi oleh para petani, khususnya petani karet. Jokowi harus segera menetukan langkah dan strategi agar harga karet tidak terpuruk,” ujarnya.

Ditambahkannya, kalau ada rencana memberikan subsidi kepada petani, nelayan dan rakyat lainnya, itu memang kewajiban negara. “Kewajiban itu, bukan hanya diberikan sebagai kompensasi kenaikan BBM saja atau siasat meredam gejolak rakyat. Negara berkewajiban untuk mensejahterakan rakyat nya,” tukasnya.

 

TEKS          : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com