Pengedar Narkoba dan Pembawa Senpi Diringkus

 366 total views,  2 views today

 

Kapolsek Air Sugihan, Iptu Darmanson interogasi tersangka Darmeli dan Musliadi. | Dok KS

Kapolsek Air Sugihan, Iptu Darmanson interogasi tersangka Darmeli dan Musliadi. | Dok KS

KAYUAGUNG – Targer Operasi (TO) pengedar narkoba jenis sabu di wilayah perairan, khususnya di kawasan Kecamatan Air Sugihan berhasil ditangkap jajaran Polsek Air Sugian. Tersangka ini bernama Darmeli (37) warga Desa Sungai Baung, Air Sugihan, Kabupaten OKI. Di lokasi yang sama polisinya juga menangkap Musliadi (35) yang kedapatan sedang membawa senjata api jenis revolver.

 

Penangkapan tersangka dipimpin langsung Kapolsek Air Sugihan Iptu Darmanson, Rabu (5/11) malam pukul 20.00 WIB di Desa Sungai Baung Air Sugihan. Dari kedua tersangka, polisi mengamankan narkoba jenis sabu-sabu satu paket dan beberapa plastik bening bekas paket sabu, kemudian satu pucuk senjata api jenis revolver berikut satu butir peluru dan handphone .

 

“Penangkapan tersangka merupakan hasil Operasi Aman Musi yang digelar Polsek Air Sugihan, tersangka narkoba sudah menjadi TO kita, karena selama ini tersangka ini pengedar narkoba di wilayah perairan Air Sugihan, tersangka kita tangkap usai menjual narkoba di Desa Sungai Baung, saat kita geledah masih ada sisa sabu satu paket di saku celana kanannya,” dijelaskan Iptu Darmanson.

 

Kata Kapolsek ini, ia sejak lama mencurigai gerak-gerik tersangka Musliadi. Alhasil, polisi pun langsung melakukan penggeladahan.

 

“Setelah kita geledah, ternyata kita temukan senjata api jenis revolver yang diselipkan di pinggangnya, kita temukan juga satu butir peluru, selanjutnya kedua tersangka kita bawa untuk dilakukan pemeriksaan, untuk penyidikan lebih lanjut, para tersnagka dan barang-bukti kita limpahkan ke Polres OKI,” jelasnya.

 

Sementara itu tersangka Darmeli, mengakui jika dirinya mengedarkan narkoba di wilayah Air Sugihan khususnya di Desa Sungai Baung.

 

“Baru beberapa bulan ini saya jual sabu untuk tambahan saja. Biasanya saya ambil dari bandar berinisial S sebanyak setengah Jie, kemudian saya buat beberapa paket kecil, satu paket saya jual Rp 200-300 ribu, kalau setengah jie habis saya dapet upah Rp 500 ribu, selain jual saya juga makai,” kilah pria yang sehari-hari menjadi penjaga kebun sawit ini.

 

Sementara itu tersangka Musliadi, yang diamankan karena membawa senjata api jenis revolver mengaku, kalau Senpi itu milik temannya, dia hanya meminjam saja.

“Saya minjam, Pak. Ya, untuk jaga-jaga saja, karena belakangan ini saya sering mendapat SMS dari nomor yang tidak dikenal, mengancam akan membunuh saya, saya tidak pernah merampok,” kata penjual BBM eceran ini.

 

TEKS     : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster