Empat UMKM jadi Pilot Project Pengembangan Pusat Usaha Ekonomi Kreatif

 750 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, akan mengembangkan pusat usaha ekonomi kreatif desa melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Program bantuan Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) 2014 ini, akan dikembangkan di empat desa sebagai pilot project di Kabupaten Empat Lawang.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Empat Lawang, Kuswinarto menyebut saat ini empat UMKM tersebut sedang mengikuti pelatihan di Yogyakarta. Setelah pelatihan kata Kuswinarto, ke empat UMKM itu akan menerima bantuan.

“Empat UMKM itu, menjadi pilot project pusat usaha ekonomi kreatif desa. Setelah mereka mengikuti pelatihan, empat UMKM ini akan mendapatkan bantuan mulai dari peralatan usaha, satu unit komputer online ke KPDT serta modal usaha. Kalau berhasil, kedepan akan ada kesempatan bagi kelompok usaha lainnya di Empat Lawang,” jelas Kuswinarto, Kamis (6/11).

Namun sebutnya, jika gagal atau tidak mampu berkembang sesuai harapan maka program itu, akan ditutup. Sehingga hilang juga kesempatan bagi UMKM lainnya, untuk dapat bantuan dari program itu.

Keempat UMKM yang menjadi pilot project tersebut terang Kuswinarto adalah UMKM Putri Rambut Emas, Beringin Jaya, Maju Bersama dan Koperasi Melati. Keempat UMKM ini, berada di Kecamatan Tebing Tinggi dan Saling.

Dari perencanaan jelasnya, ada berbagai jenis usaha dikembangkan meliputi jasa dan produktif, seperti dagang, bengkel dan peternak produktif. Sementara yang simpan pinjam itu jenis jasa seperti koperasi.

Kuswinarto berharap, keempat kelompok usaha tersebut berhasil, agar bisa menjadi motivasi bagi kelompok yang lain. Sebab, jika gagal tidak ada bantuan lagi, makanya dipilih pilot project yang memang UMKM unggulan. “Kita optimis berhasil, karena kelompok usaha ditunjuk memang benar-benar bagus dan unggulan,” ucapnya.

Bagaimana dengan pengawasan ? menurut Kuswinarto, akan dilakukan Dinas Koperasi dan UKM, walau pun dana bantuan tersebut disalurkan tidak lagi melalui Dinas Koperasi dan UKM. “Kita tentu akan mengawasi, karena kita tidak ingin terjadi penyimpangan,” tukasnya.

 

TEKS           : SAUKANI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster