Diduga Terkait Kasus Pengadaan Lahan TPU, Kajari Pangkalan Balai Dimutasi

 317 total views,  2 views today

Ilustrasi Kejaksaan | Ist

Ilustrasi Kejaksaan | Ist

BANYUASIN – Kabar tak sedap kini berhembus di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalan Balai. Kepala Kejari Pangkalan Balai, Suwito, dikabarkan dimutasi terkait dengan penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk Taman Pemakaman Umum (TPU). Tak hanya itu, disebutkan juga kalau penyidikan kasus tersebut berjalan ditempat.

Namun isu itu, dibantah oleh Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pangkalan Balai, Rian Sumarta Samsu ketika dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (6/11). Ia membantah, jika penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk TPU di Banyuasin tersebut, berjalan di tempat.

“Tidak benar kalau kasus ini jalan ditempat, karena sekarang kasusnya sudah memasuki tahap penyidikan. Kita tinggal menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” kata Rian, kemarin.

Dalam kasus ini jelas Rian, Kejari sudah menetapkan dua tersangka meskipun belum ada hasil audit dari BPK. Namun tegas Rian, penyidik sudah memiliki bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka. “Dalam kasus ini, kita pastikan sudah terjadi tindak pidana korupsi. Tinggal nanti, kita menunggu hasil audit BPK untuk mengetahui jumlah kerugian negara,” ujarnya.

Sementara terkait isu Kepala Kejari, Suwito, dimutasi, dibenarkan olehnya. Tetapi tegas Rian, mutasi itu bukan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan TPU. “Benar, pak Suwito dimutasi mejadi Kejari Kuningan, Jawa Barat (Jabar). Tetapi mutasi itu, bukan berarti ada masalah dengan kasus ini atau kasus lainnya,” ucapnya.

Dijelaskan Ryan, Suwito sudah layak promosi lantaran sudah tiga tahun menjabat sebagai Kepala Kejari Pangkalan Balai. “Memang isu tersebut, sudah kami dengar. Tetapi, saya tegaskan, kalau pengadaan lahan TPU tersebut tetap menjadi perhatian serius kami. Sudah dua tersangka kita tetapkan yakni Kepala Badan (Kaban) PMD Amir Fauzi dan pemilik lahan, Syahril,” bebernya.

Ia menyebut, saat ini kasus tersebut statusnya sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. “Bunuh diri namanya, kalau kita main-main dalam kasus ini apalagi sudah ada tersangka yang ditetapkan,” ucapnya.

Ia menambahkan, Kejari akan membuktikan ke masyarakat Banyuasin, kalau kejaksaan konsisten untuk pemberantasan korupsi di Banyuasin. “Tunggu sajalah. Kalau sudah lengkap pemeriksaan BPK, kedua tersangka akan kami tahan,” ujarnya seraya menyebut, Kepala Kejari Pangkalan Balai, Suwito akan digantikan mantan Kepala Kejari Praya, NTB, Asmadi.

Sebagai informasi, diberitakan Kabar Sumatera sebelumnya pengadaan lahan untuk TPU seluas 5, 626 hektar di Dusun Bintang Campak, Kelurahan Sterio, Kecamatan Soak Tapeh, bermasalah. Pengadaan lahan yang dilakukan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKP2) Banyuasin itu, menghabiskan dana Rp 3, 8 miliar.

 

TEKS           : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster