Dari Ustad Sampai Pejabat “Tergila-Gila” Batu Akik

 1,661 total views,  2 views today

Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, Ketua DPRD, H Rodi Wijaya, Kapolres, Opcik, dan ustad Dzaki saling pamer batu cincin. | Foto : Sri Parades

Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, Ketua DPRD, H Rodi Wijaya, Kapolres, Opcik, dan ustad Dzaki saling pamer batu cincin. | Foto : Sri Parades

Fenomena batu akik saat ini kian menggelegar diseluruh penjuru nusantara, tak hanya di Pulau Jawa, Kalimantan, di Sumatera Selatan geliat pecinta batu akik juga menjadi tren topik masyarakat. Bagaimana pengaruh dan daya tarik batu akik di Kota Lubuklinggau?

PESONA indah batu akik yang memiliki berbagai jenis dan warna nampaknya kian menarik tren pasar di Kota Lubuklinggau. Diberbagai sudut kota setiap harinya mudah kita temui para pengrajin batu akik yang ramai dikunjungi masyarakat.

Di Kota Lubuklinggau, selain di Pasar Mambo, Pasar Satelit, tidak sedikit penggila batu akik juga membeli mesin pengasah batu untuk digunakan pribadi dirumah.

Keindahan warna dan jenis serta dipercayai memiliki khasiat ah yang membuat masyarakat terpincut untuk mengoleksi dan menghiasi jemari dengan batu akik.

Di kota berslogan sebiduk semare, tidak hanya masyarakat kalangan bawah dan wartawan, para pejabatpun seperti wali kota, Ketua DPRD, Kapolres, dan pejabat lainya juga memiliki koleksi batu akik.

Tak tanggung-tanggung terkadang mereka merogoh kocek yang dalam untuk memiliki batu akik. Seperti belum lama ini saat diadakan pameran batu akik, Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe membeli sejumlah batu akik dengan harga yang tidak murah,salah satunya jenis limau manis atau sunkis.

Tak ubahnya, dengan Kapolres dan Ketua DPRD Lubuklinggau. Baru-baru ini, mereka bersama wali kota, artis ibukota, Opick dan ustad kondang Dzaki Mirza hingga dini hari membahas dan memilih koleksi batu akik yang ditawarkan salah seorang penggeliat batu akik di Lubuklinggau.

Pada 1 muharam lalu usai tabligh akbar dan konser opick, Walikota bersama Dzaki Mirza, Opick, ketua DPRD,H Rodi Wijaya, AKBP Dover usai menyantap makan malam di RM Pagi Sore di jalan Ahmad Yani Kecamatan Lubuklinggau Utara II,kompak membahas satu persatu jenis ,warna dan khasiat batu akik yang dijajahkan penggiat batu akik.

“Ini bagus Pak wali, batunya tembus (menggunakan senter.red), ini ada sunkis, sulaiman, sungai dare, lumut,” kata Opick Tombo Ati.

Wali kota pun ikut memperhatikan satu persatu batu akik yang sudah lengkap dengan ringnya (gagang) dengan sebuah senter yang sudah disiapkan penjual.

“Ustad Dzaki dan Opick ambil berapa batunya, catat aja pak ustad (penjual red). Ayo kita foto dulu, Pak Kapolres pakai dulu batunya penuhi jari, Opick juga, pak ketua DPRD juga,” cetus Wali kota seraya mengajak foto bersama dengan jemari dipenuhi batu akik ukuran besar dan kecil.

Nanan sapaan H SN Prana Putra Sohe menuturkan dengan adanya hobby baru masyarakat yakni mengoleksi batu akik. Selain untuk memperindah diri, juga sebagai penyambung silaturahmi dan dapat memberikan pekerjaan dengan omzet yang menjanjikan kepada masyarakat,khususnya para penggiat batu akik.

Diketahui, batu-batu akik yang saat ini sudah tersebar luas,terdapat beberapa batu yang berasal dari Lubuklinggau dan Musi Rawas Utara, seperti batu tawon, teratai, sunkis, dan beberapa jenis lainya.

Para penggiat batu akik, kebanyakan mendapat atau mengambil batu dari wilayah Musi Rawas Utara daerah pemekaran kabupaten Musi Rawas.

 

TEKS      : SRI PRADES

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster