Kejati Kembalikan Berkas Tipikor Kadin PU OKUS

 247 total views,  2 views today

PALEMBANG – Berkas perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) yang melibatkan Sudirman, Kepala Dinas (Kadin) Pekerjaan Umum (PU) Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) dikembalikan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Palembang, kepenyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel).

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Eddy Purwatmo, melalui Kasubdit III, Ajun Komisaris Besar Polisi AKBP Imran Amir, pihaknya memang sudah menerima pengembalian berkas pemeriksaan dari Kejati Sumsel untuk tersangka Sudirman.

Dengan adanya pengembalian ini, Kejati Sumsel menilai berkas pemeriksaan yang diserahkan penyidik belum lengkap sehingga tersangka belum bisa ditingkatkan ke tahap selanjutnya. “Pegembalian berkasnya sudah kita terima sejak pekan lalu. Sampai saat ini, masih nberusaha kita lengkapi,” kata Imran, Rabu (5/11).

Disinggung akankah penyidik kembali memanggil Sudirman untukdimintai keterangan, Imran belum bisa memastikan. Ia mengatakan, kemungkinan pemanggilan untuk Sudirman berkaitan pelengkapan berkas pemeriksaan bisa saja dilakukan jika nantinya dirasa perlu. Namun, untuk saat ini langkah tersebut belum diambil.

Masih kata Imran, penyidik akan berusaha melengkapi berkas pemeriksaan dalam waktu dekat ini. Ia berharap, pada penyerahan berkas yang kedua, sudah bisa dinyatakan lengkap oleh pihak kejaksaan untuk menghemat waktu.

“Jika dinyatakan lengkap, barang bukti dan tersangka akan kita limpahkan ke kejaksaan. Dengan kata lain, jika sudah masuk tahap kejaksaan, wewenang proses hukum selanjutnya ada di kejaksaan,” kata Imran.

Seperti diketahui, Proyek pembangunan Jalan Jagaraga sepanjang 14,2 KM ini pembangunannya menggunakan anggaran APBD tahun 2011 sebesar RP 35.880.069.000.

Dari penyelidikan penyidik ditemukan indikasi korupsi, diantaranya pembangunan jalan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi dan Rencana Anggaran Pengerjaan (RAP), hingga negara mengalami kerudian sebesar Rp. 9,2 Miliar.

Dalam kasus ini, tiga tersangka telah divonis hakim di pengadilan. Maulana Serai divonis dengan hukuman penjara selama 5 tahun. Sementara, Burhaenedi dan Khaerul Amri juga telah divonis hakim masing-masing 4 tahun penjara dan Sudirman.

 

TEKS     : Oscar Ryzal

EDITOR    : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster