Kapolres Tanggung Jawab Atas Penembakan Tukang Ojek

 286 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Terkait penembakan yang dilakukan Kepala Unit Reserse dan kriminal (Kanit Reskrim) Polsekta Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin Brigadir Kepala Polisi (Bripka) MD, terhadap Huzer (45), yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang ojek ini, Pihak Polres Banyuasin bertanggung jawab atas biaya pengobatan dan amputasi kaki korban.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Banyuasin, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Julihan Muntaha. “Kita menerima kabar dari dokter yang merawat Huzer bahwa ia harus dioperasi. Seluruh biaya nantinya Polres Banyuasin yang menanggung,” paparnya, Rabu (5/11).

Julihan melanjutkan, Huzer diharuskan menjalani operasi karena kakinya yang terkena tembakan dari senpi Mardianto harus diamputasi. Pasalnya, luka tembak di bagian paha kiri membusuk dan tidak bisa disembuhkan lagi. Jalan amputasi menjadi langkah terakhir yang harus dijalani oleh Huzer.

Hingga saat ini, masih kata Julihan, operasi amputasi paha kiri Huzer belum dilakukan. Julihan masih menunggu informasi dari pihak kedokteran kapan akan dilaksanakannya operasi. Huzer sendiri sampai saat ini masih dirawat di RS Myria Palembang.

Sejak Huzer menjalani perawatan RS Myria Palembang, lanjut Julihan, seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh Polres Banyuasin. Sesekali, anggota dari Polres Banyuasin memantau kondisi kesehatan Huzer di RS Myria.

Untuk proses hukum terhadap Mardianto, Julihan mengatakan bahwa pemeriksaan kini sudah selesai dilakukan oleh Propam Polres Banyuasin. ( Tembak Tukang Ojek, Kanit Reskrim Polsek Pangkalan Balai Disidang)

Dari pemeriksaan, Mardianto dinyatakan terbukti bersalah dan akan diberikan sanksi. “Untuk sanksi, masih akan kita gelar perkara terlebih dahulu. Yang pasti, oknum tersebut sudah terbukti bersalah,” kata Julihan.

Untuk tingkat profesi, Mardianto memang terbukti bersalah. Namun, tindak pidana Mardianto belum dilakukan pemeriksaan. Menurut Julihan, Propam Polres Banyuasin harus memeriksa Huzer selaku korban. Namun, karena kesehatan Huzer belum pulih, pemeriksaan belum bisa dilakukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bripka Mardianto menembak Huzer (45) saat keduanya tabrakan di Jalinsum Km 66 Banyuasin. Akibat tabrakan ini, toyota Avanza nopol BK 111 F milik Mardianto yang datang dari arah Palembang-Betung masuk selokan. Huzer lalu menawarkan diri mengantar Mardianto ke rumah sakit sebagai bentuk tanggung jawab.

Namun, tanpa diduga, Mardianto melepaskan dua tembakan ke arah korban. Satu tembakan meleset dan tembakan lain mengenai paha korban. Spontan korban terjatuh dari motornya. Warga pun menyelamatkan korban yang bersimbah darah.

 

TEKS     : Oscar Ryzal

EDITOR   : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster