Elpiji 3 Kg Tembus Rp 19 Ribu

 218 total views,  2 views today

Ilustrasi Agen Elpiji | Foto : Bagus Kurniawan

Ilustrasi Agen Elpiji | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Walau Surat Keputusan (SK) kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 Kilogram (Kg) di Sumatera Selatan (Sumsel), sudah ditandatangani oleh Gubernur Sumsel, Alex Noerdin namun kenaikan harga elpiji tabung melon tersebut, belum diberlakukan.

Tetapi pantauan Kabar Sumatera, harga epiji ditingkatan pengecer justru sudah naik. Harga elpiji subsidi di penger di jual Rp 19 ribu per tabungnya. “Sudah naik, dari pangkalan harganya sudah naik sehingga kita harus menaikkan juga,” kata Erni, salah satu pengecer elpiji di kawasan Pahlawan, Palembang yang dibincangi Kabar Sumatera, Rabu (5/11).

Walau pun begitu sebut dia, masyarakat tidak banyak mengeluh. Menurutnya, walau harga naik tetapi elpiji tidak sulit didapatkan. “Padahal biasanya, saat menjelang kenaikan harga elpiji, biasanya elpiji sulit dicari,” ucapnya.

Belum Naik

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel, Ruslan Bahri menyebut SK kenaikan HET Elpiji 3 Kg sudah ditandatangani oleh gubernur. Tetapi, itu belum diberlakukan karena masih harus dikoordinasikan dengan pemerintahan di kabupaten dan kota.

“Untuk HET nya memang sudah ditetapkan dari Rp 13.800 per tabung menjadi Rp 14.800 per tabung. Tapi belum dijadikan sebagai landasan yang sah, karena masih ada beberapa hal yang harus dilakukan,” kata Ruslan, kemarin.

Keputusan Gubernur atas HET tersebut berlaku jelasnya, untuk pembelian dan pendistribusian elpiji 3 Kg dengan jarak antar dibawah 60 Km dari stasiun pengisian elpiji. Apabila diatas jarak tersebut kata Ruslan, maka perlu campur tangan pemerintah kabupaten/kota.

Kenaikan HET elpiji 3 Kg ini jelasnya, akan di koordinasikan ke kabupaten/kota sehingga bisa langsung menyesuaikan dan membahas standar HET di daerahnya. Hal tersebutlah, yang membedakan antar satu daerah dengan daerah lainnya, karena ongkos angkut elpiji dari pusat kota ke daerah-daerah cukup jauh dan memakan waktu.

“Untuk di daerah-daerah (diatas 60 km), pemerintah setempat punya kewenangan untuk mengatur HET elpiji 3 kg di daerahnya. Jadi tidak harus ikuti HET yang diputuskan gubernur,” ungkapnya.

Ruslan mengungkapkan, harga elpiji 3 kg juga harus melihat harga daerah tetangga, seperti Jambi, Riau, Lampung dan sebagainya. Hal itu karena terjadi potensi pembelian elpiji dalam jumlah banyak dari satu daerah ke daerah lain. Sehingga mengakibatkan kerugian yang besar pada daerah asal.

“Jadi begini, kalau lebih murah, maka elpiji 3kg kita akan dibeli daerah tetangga. Karenanya agar menjamin keberadaan stok tabung elpiji 3 kg di Sumsel, harga elpiji tetap harus diawasi. Ditakuti, tabung elpiji 3 kg di Sumsel akan berpindah dan diserap daerah lain, sehingga di Sumsel terjadi pengurangan,” bebernya.

Diketahui, pihaknya melihat adanya kenaikan HET per Januari lalu di beberapa daerah tetangga yakni Bangka Belitung Rp15.000 per tabung, Lampung Rp14.960, Jambi Rp15.000, dan Bengkulu Rp14.500. Hanya saja sampai saat ini Sumsel hanya memiliki HET Rp13.800 sehingga ditakutkan akan terjadi mutasi pembelian tabung elpiji di Sumsel.

Meski begitu, ada perbedaan HET di daerah perkotaan dan pedalaman, karena adanya jarak dan kebutuhan angkutan untuk menuju lokasi. “Inilah yang menjadi penyebab HET berbeda dan lebih tinggi ke daerah-daerah pedalaman, karena butuh angkutan, apalagi yang harus melewati jalur air,” kata Ruslan.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatakan, ia sudah menandatangi HET elpiji 3 kg dengan harga terbaru Rp 14.800 per tabung. “Sudah saya tandatangani SK nya. Nantinya kita akan secepatnya memberlakukan HET tersebut. Tapi pastinya dengan wilayah yang berjarak dibawah 60 km terlebih dahulu. Untuk diatas jarak itu, akan saya serahkan keputusannya pada bupati dan wali kota,” ujarnya.

Sementara itu, senior supervisor external relation PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region II, Alicia Irzanova menerangkan kenaikan HET elpiji 3 Kg bukanlah kewenangan Pertamina. Pertamina jelasnya, hanya bertanggungjawab untuk mendistribusikannya.

“Untuk kenaikan HET elpiji 3 Kg, itu kewenangan pemerintah daerah. Kita hanya bertanggungjawab pendistribusian. Saat ini elpiji 3 Kg yg di distribusikan di Sumsel sesuai dengan kebutuhan masyarakat, yaitu sejumlah 500 metrik ton per hari,” tukasnya.

 

TEKS            : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster