Warga Diminta Lepaskan Patok di Lahan PTBA

 136 total views,  2 views today

MUARAENIM – PT Bukit Asam (BA), meminta warga untuk melepas patok yang sudah dipasang oleh warga di lahan milik PT BA di kawasan Pasar Bantingan, Tanjung Enim. Permintaan itu, disampaikan SM Pertanahan PTBA, Suhedi, dalam musyawarah bersama warga kemarin di kantor Camat Lawang Kidul, Selasa (4/11).

Dalam pertemuan itu, Suhedi meminta kepada warga yang sudah mematok di lahan milik perusahaan batubara plat merah tersebut, untuk segera membongkar sendiri mulai hari ini (Selasa).

Mengenai lahan PTBA yang lain dan sudah terlanjur dipakai masyarakat sebutnya, akan dikenakan biaya sewa pakai. Tidak menutup kemungkinan jelas Suhedi, di lahan PT BA di kawasan Pasar Bantingan tersebut, juga akan diberlakukan aturan yang sama yakni sistem sewa pakai.

Namun untuk saat ini, PT BA meminta untuk menertibkan. Karena lahan tersebut, sudah masuk dalam rencana PT BA. “Aturan sekarang bukan pinjam pakai, tetapi sistim sewa pakai, seperti sekolah, gereja, rumah, dan ruko yang selama ini menempati lahan milik PT BA, akan bayar dengan perusahaan. Lahan disana, sudah ada program dari PT BA untuk pemanfaatannya,” kata Suhedi.

Menanggapi permintaan PT BA tersebut, Heni salah satu warga mengaku, siap membongkar sendiri patok yang sudah dipasang di lahan milik PT BA tersebut. Namun menurut Heni, warga keberatan jika dituding menyerobot lahan milik PT BA.

“Kami memang sudah mematok lahan tersebut, namun belum sempat menggunakannya. Kami dengan kesadaran, siap membongkarnya. Tetapi kami berharap PT BA memberikan lahan lain, untuk dimanfaatkan warga,” harapnya.

Sementara itu Camat Lawang Kidul, Asarli Manudin berharap, kepada warga yang sudah mematok untuk segera melepaskan sendiri patok tersebut. Asarli juga meminta kepada menajemen PT BA, dapat dicarikan solusi agar warga bisa memanfaatkan lahan kosong milik perusahaan tersebut utuk tempat berdagang. “Kalau ada kesempatan untuk warga ini, bisa diberikan lahan lain untuk berjualan. Mereka ini hanya ingin mencari makan,” ucap Asarli.

Dikatakannya, pihaknya sudah menerima surat disposisi dari Bupati Muaraenim untuk segera menyelesaikan permasalahan lahan PTBA ini. Kedepannya permasalahan ini, diharapkannya tidak berlarut-larut. “Petunjuk bupati, memang ini lahan milik PTBA, jika tidak diijinkan jangan dilakukan,” tukasnya.

 

TEKS          : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster