Tersangka Pembantai Dirut Ekspedisi Disidang

 219 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – M Tri Soekarno (25), yang merupakan tersangka tunggal pembantaian terhadap Effendi (70), Direktur Utama (Dirut) Ekspedisi   CV Mirasa, menjalani sidang pertamanya di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (4/11) kemarin.

Dari pantauan di ruang sidang PN Palembang, pria yang bekerja dan menjadi sebagai sopir pribadi Efendi ini selama sidang, Rio terus menundukan kepalanya. Pria yang tercatat sebagai salah satu sopir Effendi ini tak satu kali pun melihat wajah hakim atau jaksa yang membacakan dakwaan. Ia juga memegangi kopian kertas dakwaan selama menjalani sidang.

Sementara di kursi penonton, tak terlihat keluarga Rio menghadiri sidang. Begitu juga dengan keluarga mendiang Efendi, yang diketahui memiliki tujuh isteri dan belasan anak. Sidang perdana ini berjalan lancar tanpa ada peristiwa anarkis.

Aziz mendakwa Rio dengan menjerat pasal 338 KUHP. Dalam dakwaan, Aziz menyebutkan Rio terbukti bersalah dengan menghabisi nyawa Efendi dengan cara yang cukup keji.

Ia pun siap mendatangkan beberapa saksi di muka sidang. “Ada beberapa saksi yang akan kita panggil. Kapan mereka akan dipanggil di persidangan, kita serahkan kepada majelis hakim,” kata Aziz.

Terkait dakwaan jaksa, Romaita selaku pengacara Rio tidak melayangkan eksepsi. Menurutnya, fakta persidangan akan diketahui begitu keterangan saksi sudah diperdengarkan.

“Selain itu, tujuan kita tidak mengajukan eksepsi supaya bisa menghemat waktu. Biar nanti fakta persidangan terungkap lewat keterangan saksi,” kata Romaita.

Usai pembacaan dakwaan, majelis hakim yang diketuai Martahan menunda sidang. Ia melanjutkan sidang dibuka kembali pekan depan dengan mendengarkan keterangan saksi.

Seperti diketahui, Rio sudah menghabisi nyawa Efendi karena merasa sakit hati ditampar oleh Efendi. Aksi Rio diawali saat ia mengendarai mobil Efendi menuju Bandara Sultan Mahmud Badarudin 2 Palembang. Di tengah perjalanan, Efendi menampar Rio yang menimbulkan niat Rio untuk membunuh.

Setiba di pintu masuk bandara, Rio menghentikan kendaraan dan memarkirkannya di pinggir jalan. Saat Efendi menelepon, ketika itulah terdakwa mengambil tali tambang dan dijeratkan ke leher Efendi. Lalu, Rio meraih obeng dan menusukkannya ke perut, dada, dan muka kiri Effendi sebanyak empat kali.

Kemudian terdakwa membawa mobil masuk ke areal parkir bandara dan mengambil dompet dari saku celana korban, lalu dibuang di area parkir. Selanjutnya pada 20 Agustus mobil berisi jenazah korban ditemukan.

 

TEKS     : Oscar Ryzal

EDITOR   : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster