Seluruh Jajaran Gerak Cepat Padamkan Api di OKI

 129 total views,  2 views today

Rapat koordinasi di Rumah Dinas Bupati OKI dalam rangka penanggulangan pemadaman titik api di wilayah OKI. | Dok KS

Rapat koordinasi di Rumah Dinas Bupati OKI dalam rangka penanggulangan pemadaman titik api di wilayah OKI. | Dok KS

KAYUAGUNG – Imbas dipanggil Gubernur Sumsel, Ir H Alex Noerdin, SH. Akibat Kabupaten OKI yang disinyalir memiliki kontribusi besar dalam mengirim asap ke wilayah Sumsel. Membuat Bupati OKI, Iskandar SE, langsung mengumpulkan seluruh jajaran terkait untuk gerak cepat memadamkan api, hal ini dilakukan setelah diInstruksikan langsung oleh Gubernur Sumsel pada rapat koordinasi pada tanggal 3 November di kantor Gubernur Sumsel.

Rapat Koordinasi yang dilaksanakan pada hari itu, Iskandar memerintahkan kepada Kepala BPBD OKI  dan Kadishut OKI untuk melakukan beberapa hal, seperti mengintruksikan  Dinas Kehutanan dan BPBD mengaktifkan kembali RDKT (Regu Desa Kebakaran Tangguh) yang sebelumnya memang sudah diprogramkan untuk penanggulangan kebakaran secara maksimal.

Seluruh camat dan kades yang masuk dalam kawasan terpantau Hot Spot tinggi agar langsung turun ke lokasi-lokasi yang terbakar atau minimal melaporkan kepada tim koordinasi BPBD letak lokasi yang terbakar yang tidak bisa dijangkau melalui darat, camat dan kades tidak boleh meninggalkan lokasi desa masing-masing sampai titik api benar-benar bisa dikendalikan.

BPBD harus melibatkan masyarakat sekitar dengan membuat kelompok-kelompok pemadam, yang khusus bisa menjangkau wilayah terbakar.

“Terkait Instruksi tersebut, saya memerintahkan kepada BPBD OKI dan Dishut OKI agar segera melakukan inventarisasi kebutuhan dilapangan dalam waktu satu dua hari ini, baik itu teknis penanganan maupun pembentukan kelompok-kelompok disetiap desa dan PPKAD sudah saya Instruksikan agar segera mulai besok membantu mencairkan anggaran on call penanganan bencana secara maksimal. Sebenarnya sejak bulan Februari kita sudah melakukan tindakan-tindakan namun mulai hari ini kekuatan akan kita lipat gandakan,” jelas Iskandar.

Hasil pantauan satelit Terra dan Aqua (BMKG) update tanggal 2 November 2014 sumber api meningkat drastis di Kabupaten OKI yakni sebanyak 320 hot spot, sebagaimana yang disampaikan oleh Kadishut Prov Sumsel pada rapat koordinasi tangal 3 November 2014.

Dari hasil rapat koordinasi tersebut Bupati OKI mengatakan bahwa tugas pemadaman di lapangan memang berat karena kebanyakan lahan yang terbakar adalah Gambut yang rata-rata kedalamannya 3 meter, yang paling berat adalah menjangkau lahan terbakar tersebut, namun dengan bantuan pemerinbtah provinsi, TNI, BNPB Pusat dan elemen lain, optimistis ini dilakukan.

“Apalagi pak gubernur telah mengerahkan helikopter untuk water booming, pesawat penabur garam oleh karena itu kami harus optimis melakukan pemdaman dilapangan,” katanya.

Dari perkiraan BMKG bahwa hujan diramalkan akan bercurah tinggi diakhir Desember dan atau awal bulan Januari, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten OKI berusaha minimal mengurangi penyebaran kebakaran yang terjadi dan memantau secara intensif pada lahan dan kawasan yang rawan terbakar.

Ungkap Iskandar, bahwa upaya lain yang penting adalah terus mengawasi aktivitas masyarakat yang mempunyai kebiasaan membakar lahan untuk perladangan di tahun-tahun ke depan preventif adalah sangat perlu.

“Bila perlu saya akan menganggarkan khusus membuat program tahun 2015 agar masyarakat yang punya kebiasaan membakar lahan diberikan kegiatan agar tidak membakar. Konkritnya adalah menghimpun mereka dalam suatu kelompok peduli api, sehingga dengan cara ini diharapkan efektif, ini tidak mudah namun ini tidak mustahil, hanya karena ketidaktahuan mereka akan dampak pembukaan lahan yang sembarangan merugikan orang banyak,” katanya.

Iskandar menambahkan, bahwa ini perlu kesadaran dari masyarakat itu sendiri bahkan juga perlu didukung oleh berbagai unsur masyarakat terutama kades setempat dan tomas setempat,  Pemkab OKI juga akan mengganggarkan pembelian alat-alat pemadaman kebakaran khusus utk kebakaran lahan.

Dalam kesempatan tersebut Bupati OKI berharap kebakaran lahan tidak akan terjadi seperti tahun ini bahkan bisa bebas dari asap. Hadir pada rapat koordinasi tersebut Kapolres OKI (AKBP Erwin Rachmat, SIK), unsur TNI dan Daops Manggala Agni, Kapolres OKI mengatakan bahwa Pihak Polres OKI juga telah memproses enam orang pelaku pembakaran yang kemarin tertangkap, bahkan polri akan tegas terhadap para pembakar hutan.

 

TEKS    : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster