Kepala BPBD Sumsel : Masa Asap Bikin Pembangkit Listrik Rusak ?

10 total views, 3 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Tudingan PT PLN kalau kabut asap sudah membuat pembangkit listrik di PLTG Borang, rusak membuat Tim Tanggap Darurat Asap Kebakaran Lahan dan Hutan, gerah. Menurut tim yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, TNI-AU, TNI-AD, Polri, dan Manggala Agni, asap tidak berpengaruh terhadap kerusakan mesin.

Hal itu dikatakan Yulizar Dinoto, Kepala BPBD Sumsel selaku Wakil Komandan Posko Tim Tanggap Darurat Asap Kebakaran Lahan dan Hutan saat dikonfirmasi wartawan koran ini, kemarin (4/11).

“Kami tidak terima dengan pernyataan GM PLN Wilayah S2JB, bahwa akibat padamnya listrik yang berasal dari kerusakan mesin PLTG Borang disebabkan kabut asap,” kata Yulizar yang dibincangi, kemarin.

Menurut Yulizar, mestinya PLN harus mampu menyelesaikan permasalahan yang ada di Sumsel dengan profesional. Tidak boleh saling menyalahkan dan mengkambing hitamkan masalah lain. Secara logis tidak mungkin asap bisa merusak sistem kerja mesin PLTG Borang terkecuali jika ada masalah lain pada mesin tersebut.

“Jika memang akibat asap, mestinya pada 2006 lalu, hal ini (pemadaman listrik di Sumsel) terjadi. Apalagi pada 2006, asap begitu tebal dan lebih parah dari tahun ini. Tapi buktinya tidak terjadi hal demikian,” ungkapnya.

Ia menuturkan, harusnya PLN mengkaji secara ilmiah kerusakan mesin di PLTG Borang sebelum memberi pernyataan kepada media. Akibatnya, asap yang memang belum bisa dikendalikan tim tersebut menjadi tersudut dan dianggap sebagai penyebab dari padamnya listrik di Sumsel.

“Kita kerja profesional saja, jangan saling menyalahkan. Kita (tim) akan lakukan upaya pemadaman kebakaran lahan dan hutan serta fokus di asap. PLN bisa lakukan perbaikan mesinnya, dan harus mengkaji dengan benar mengenai rusaknya mesin. Jangan salahkan asap dan melempar masalah yang ada. Jika memang mau menyalahkan kenapa hanya satu turbin itu saja yang rusak, kenapa turbin yang tidak rusak. Kita (PLN dan tim) akan tetap berteman nantinya,” tuturnya.

Alhasil dari saling menyalahkan itu, Yulizar mengungkapkan masyarakat Sumsel menjadi bingung akibat pernyataan itu. “Sebelum ada asap, beberapa tempat juga sudah padam listrik. Tidak ada pengaruh asap karenanya. Jika memang mesinnya seperti yang ada di pesawat, kita lihat saja sampai saat ini belum ada pesawat di Bandara SMB II yang rusak,” jelas Yulizar.

Sebelumnya, GM PT PLN Wilayah S2JB Paranai Suhasfan mengungkapkan, selain adanya permasalahan dengan pembangkit PLTGU Borang yang rusak dan kekurangan pasokan gas, ternyata PLTG Borang juga terkena gangguan akibat asap.

“Setelah adanya tambahan pasokan gas ini, kondisi tegangan listrik di Sumsel sudah normal. Namun terjadi masalah dengan transmisi yang terganggu akibat tanam tumbuh dan akibat kabut asap,” kata Paranai.

Ia menjelaskan, akibat dari tebalnya kabut asap yang mengandung polutan sehingga merusak sistem kinerja mesin di PLTU Borang karena tidak tersaring dengan baik. “Karena asap ini, terjadi batuk-batuk (hambatan) pada kinerja mesin yang sensitif, sehingga kami matikan mesin selama kabut berlangsung. Akibatnya terjadi padam listrik di Sumsel dan sebagian Lampung. Ini kami lakukan selama empat jam,” ujarnya.

Tak hanya PLTU Borang, Paranai menuturkan PLTU Keramasan dan PLTU Bukit Asam pun mengalami penurunan performa akibat permasalahan tersebut. Hal itu karena mesin di PLTU tersebut menggunakan aero derivatif yang biasa dipakai pesawat. “Udara tidak bersih, jadi tidak bisa melakukan pendinginan dengan sempurna. Kami pun lakukan shut down sampai udara kembali normal,” tukasnya.

 

TEKS        : IMAM MAHFUZ

EDITOR      : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com