BBM Naik, Warga Resah

18 total views, 3 views today

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

LAHAT – Keputusan Pemerintah Pusat yang akan menaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin sebesar Rp 2.000 membuat beberapa tempat pengisian BBM di Kota Lahat mengalami antrian yang cukup panjang.

Anehnya, walaupun antrian yang begitu panjang, banyak toko yang ikut menjual bensin eceran. Ini tentunya sangat merugikan masyarakat, karena POM bensin kadang kala habis persedian akibat dibeli oleh pengecer bensin.

“Dengan akan dinaikannya BBM tahun ini, masyarakat banyak yang kecewa, terutama masyarakat menengah kebawah, karena mereka harus merobek kantongnya untuk membeli seliter bensin,” kata Asrul (46), warga Lahat.

Ia mencontohkan, banyak warga Lahat yang resah jika harga BBM naik. Yang jelas bila harga BBM naik, di mana-mana menjadi langka dan pengecer merajalela.

“Mari kita lihat. BBM belum naik baelah banyak wong ngantri, bahkan ado yang nimbun dan njual kembali setelah bbm naik dengan harga begitu tinggi,” ucapnya.

Senada dikatakn Sutarno (28), warga Nantal ini berharap agar pemerintah memikirkan kembali utnuk menaikan bbm.

“Katanya pemerintah perhatian sama rakyat kecil, maka dengarkan lah kami. Kami ingin harga BBM nantinya tidak dinaikan,” sarannya.

Juga ia menyampaikan, kalau pemerintah benar-benar merakyat, maka rasakan penderitaan rakyat, jangan menambah beban moral rakyat yang saat ini seperti dikebiri.

“BBM adalah bahan utama rakyat untuk menjalankan roda perekonomian. Nah, jika BBM naik, bagaimana ekonomiakan berjalan lancar. Sekali lagi melalui Kabar Sumatera ini kami sampaikan permohonan kepada pemerintah agar memikir ulang untuk menaikan harga BBM,” katanya.

 

TEKS     : JUMRA ZEFRI
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com