4,4 Juta Warga Sumsel Belum Rekam Data E-KTP

 265 total views,  2 views today

Ilustrasi Perekaman E-KTP | Dok KS

Ilustrasi Perekaman E-KTP | Dok KS

PALEMBANG – Dari 6 juta jiwa wajib KTP di Sumsel, ternyata masih sampai Agustus 2014, ada 4, 4 juta wajib KTP yang belum melakukan proses rekam data untuk pencetakan KTP elektronik atau e-KTP.

Kabid Kependudukan pada Biro Pemerintahan Setda Sumsel, Mawarna Sulbahri menerangkan, saat ini jumlah penduduk di Sumsel per 30 Juni 2014, sebanyak 8.043.093 jiwa yang tersebar di 15 kabupaten/kota.

“Dari total jumlah penduduk ini, yang sudah wajib mengajukan KTP adalah sebanyak 6 juta jiwa. Hanya tiga perempat dari jumlah penduduk saja, yang belum melakukan perekaman dan pencetakan karena usianya belum wajib membuat KTP,” katanya saat diwawancarai di kantor Pemprov, Selasa (4/11).

Dari sebanyak 4.433.354 orang yang sudah melakukan perekaman data, sebanyak 4.101.057 yang sudah mendapat cetakan e-KTP. Kemudian sebanyak 332.297 orang, yang sudah lakukan perekaman di kabupaten/kota di Sumsel, tapi belum mendapatkan cetakan e-KTP.

“Ini sedang kita usahakan untuk dicetak dengan cepat. Sebelumnya pencetakan di pusat tapi saat ini sudah berpindah ke daerah per September 2014. Hanya saja sampai saat ini kita masih menunggu progres blangko yang masih dilelang,” kata dia.

Mawarna melanjutkan, progres blangko masih menunggu. Kemungkinan besar akan selesai pada November mendatang dengan anggaran dari APBN sebagai dana penyediaan blangko E-KTP. “Jumlah blangko yang akan kita terima belum diketahui jumlahnya. Sampai saat ini masih menunggu,” cetus Mawarna.

Menurutnya, masih ada sekitar 1,5 juta orang belum membuat e-KTP karena berbagai kendala yang menjadi penghalang realisasi perekaman dan pencetakan e-KTP. Rata-rata kendala yang dihadapi adalah jauhnya jangkauan masyarakat untuk sampai ke kantor camat atau pemerintahan di kabupaten/kota di Sumsel.

Karenanya, berdasarkan hasil revisi UU No 23 Tahun 2006 menjadi UU No 24 tahun 2013 yang menjelaskan kedepan akan ada stelsel aktif sistem jemput bola perekaman dan pencetakan E-KTP.

“Untuk jemput bola itu, pemerintah pusat sudah mendistribusikan setiap Kabupaten/Kota dengan satu alat mobile per wilayah. Dananya juga dari APBN. Kita usahakan tahun depan akan ditambah kembali alat tersebut,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, berdasarkan rekapitulasi data agrerat kependudukan per kecamatan yang merupakan hasil proses olah data dari Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, di Sumsel masih dicatat ada 15 kabupaten/kota.

“Di pencatatan kita masih ada 15 kabupaten/kota, karena memang kode wilayah untuk Muratara dan PALI belum ada. Sebelumnya direncanakan setelah pelantikan presiden akan diterbitkan, tapi sampai saat ini masih menunggu,” tukasnya.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster