2015, Lubuklinggau Tuan Rumah MTB Asian Series dan Asian Fasific

 390 total views,  2 views today

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe bersama tiga negera pemenang cabang Downhill AMBC 2014, Jepang,Indonesia dan Thailand, | Dok KS

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe bersama tiga negera pemenang cabang Downhill AMBC 2014, Jepang,Indonesia dan Thailand, | Dok KS

  • Sambut Tuan Asian Games 2018

Kota Lubuklinggau di masa kepemimpinan H SN Prana Putra Sohe dan H Sulaiman Kohar telah menorehkan cukup banyak prestasi dan mengangkat nama kota berslogan Sebiduk Semare dikancah Internasional.

Jumat-Minggu (31/10-2/11) Kota Lubuklinggau sukses jadi tuan rumah Asian Mountain Bike Championship ke-20 dan  junior AMBC ke-6 tepatnya di kawasan Wisata Alam Bukit Sulap Lubuklinggau.

Usai sukses besar menjadi tuan rumah event internasional ini, pada 2015 nanti Kota Lubuklinggau kembali dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan event dunia Muontain Bike Asian series dan Asian Pasific Series.

Kemudian pada 2018 mendatang wisata alam Bukit Sulap Lubuklinggau akan menjadi venue cabang MTB, BMX, cross Country dan Downhill perhelatan Asian Games Jakarta -Palembang,dimana Sumatera Selatan juga menjadi tuan rumah Asian Series dan Asian Pasific Series dan Asian Games.

Di mana untuk kawasan wisata alam Bukit Sulap akan disokong fasilitas kereta miring (inclinator) dan sky lift,yang saat ini tengah dikebut pembangunanya. Kepastian ini disampaikan Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe didampingi wakil presiden Federasi Olahraga Sepeda Asia ( Asian Cycling Feredation),Cho Hee Wook.

“Venue Bukit Sulap ini dinilai sangat bagus dan extreme untuk MTB, para pembalab sepeda sangat senang dengan tantangan-tantangan yang ada,” kata Nanan.

Ditambahkan Choo He Wook, venue Bukit Sulap Lubuklinggau sangat bagus untuk pageleran sepeda gunung,karena itu dipilih menjadi tuan rumah MTB Asian Series dan Asian Pasific Series.

Cho He Wook sangat mengapresiasi kepedulian Walikota Lubuklinggau terhadap olahraga sepeda gunung,terutama pada peningkatan fasilitas pendukung atlet yakni kereta miring dan sky lift yang hanya ada di Lubuklinggau.

Pada perhelatan AMBC 2014, Pembalap Downhill kelas Men Elite yang diturunkan, Tim Indonesia hanya mampu menempatkan Bagus Budi Setiawan diposisi ke empat dengan catatan waktu 2:33:54 detik. Sementara posisi pertama ditempati pebalap asal Thailand, Sukchanya Suebsakun dengan waktu 2:27:38 detik, disusul posisi dua Shimizu Kazuki dengan waktu 2:28:85 detik dan posisi tiga pebalap asal Philipines, Farr Jhon Derick dengan waktu 2:29:12 detik.

Namun, Tim Indonesia mampu mencatatkan torehan hasil terbaik diposisi kedua dalam Donwhill kelas women elite melalui pembalap Nining Purwaningsing dengan catatan waktu 3:17:77 detik. Sedangkan diposisi pertama ditempati pebalap Jepang, Suemasa Mio dengan waktu 3:00:59 detik dan posisi ketiga pebalap asal Thailand , Deekaballes Vipavee dengan waktu 3:18:55 detik.

“Saya mohon maaf tidak dapat menang karena putus rantai. Saya sudah berusaha maksimal. Do’akan kami semoga event selanjutnya dapat berbuat yang terbaik demi Indonesia,” ujar pembalap men elite Downhill Indonesia, Agung Pambudi.

Dimana Takandi Amin terpaksa harus tertatih-tatih masuk garis finish dengan catatan waktu 11.20:68 detik karena mengalami pecah ban depan. Sedangkan satu pebalap Iran lainnya, Zanjaniah Hossein tidak dapat mengikuti kejuaraan awal setelah tangan kirinya patah pada sesi latihan resmi. “Insya’ Allah, nanti kami akan berusaha lebih baik lagi. Dan kami akan jadi pemenang,” pungkasnya.

Di cabang Cros country olympix men junior juara pertama Hirabayahi Ari dari Japan,kedua Gu Bingcheng China, ketiga Yamada Masaki dari Japan dan Hibatula Jamal harus puas diposisi keempat, mengalahkan Kim Jonghyuk dari Korea dan 12 negara peserta lainya.

Di kelas yang sama atlet women junior juara pertama diduduki Petraphan dari Thailand, posisi kedua diraih Nakashima Takaho dari Japan, urutan tiga Dormitorto Adiana dari Philipina sedangkan Azizah Suyut Tyas dari Indonesia diperingkat terakhir dari tujuh peserta.

“Hasil kelas downhil diluar perkiraan kita,karena saat ujicoba tiga atlet kita waktu tercepat. Mungkin karena is Popo pecah ban dan Agung putus rantai,” kata Wali Kota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe.

Sedangkan untuk kelas Cross Country Olympix, Nanan sapaan H SN prana putra Sohe tak menduga kalau Indonesia bisa meraih peringkat ke-empat.

“Peringkat empat diluar dugaan, peringkat itu sudah bagus dan bersyukur,” ujarnya. (ADV)





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster