Tertutup Kabut Asap, Kota Indralaya “Lenyap”

 337 total views,  2 views today

Kabut asap pekat menyelimuti Kota Indralaya. RSUD OI yang terletak di Komplek Perkantoran Terpadu (KPT), Tanjung Senai, juga tertutup kabut asap. | Dok KS

Kabut asap pekat menyelimuti Kota Indralaya. RSUD OI yang terletak di Komplek Perkantoran Terpadu (KPT), Tanjung Senai, juga tertutup kabut asap. | Dok KS

INDERALAYA – Setelah sempat menghilang sejak setengah bulan yang lalu. Kini, kabut asap tebal kembali menyelimuti sepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim) jalur lintas Palembang-Indralaya, Senin (3/11), mulai sekitar pukul 06.00 WIB.

Kabupaten Ogan Ilir (OI) khususnya di Kota Indralaya seakan “lenyap” lantaran tertutup kabut asap. Akibatnya, jarak pandang hanya sekitar 10 meter.

Belum diketahui secara pasti penyebab munculnya kembali kabut asap tersebut. Dugaan munculnya kabut asap disebabkan adanya lahan gambut kering yang diduga masih dibakar.

Pantauan Kabar Sumatera, kabut asap sudah menyelimuti hampir sebagian wilayah Ogan Ilir (OI), sejak pagi hari.

Di Kota Indralaya, kabut terlihat sangat pekat sehingga jarak pandang hanya sekitar 10 meter. Seluruh pertokoan, sekolah-sekolah serta perkantoran Pemkab OI, tertutup kabut asap.

Di perkantoran Pemkab OI, meski tertutup kabut asap, apel pagi tetap dilakukan meski sebagian peserta apel menggunakan masker. Aktifitas kantor serta Pasar Indralaya juga terlihat berjalan seperti biasa dan berjalan normal.

Sementara itu, jalan menuju Komplek Perkantoran Terpadu (KPT), Tanjung Senai, juga tertutup kabut pekat. KPT dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Ogan Ilir juga mengalami hal yang sama.

Hampir seluruh pengendara baik kendaraan roda dua maupun roda empat yang tengah melintas nampak menyalakan lampu kendaraan. Hal ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

David, warga Inderalaya mengeluhkan kondisi tersebut. Menurutnya, kabut asap sangat mengganggu baik kesehatan maupun keselamatan pengguna jalan.

“Ini jelas sangat terganggu. Bisa-bisa terjadi kecelakaan. Asapnya sangat tebal dibandingkan dengan sebelumnya. Saya berharap ini tidak terjadi lagi,” ujarnya singkat.

Hal senada juga dikeluhkan Ayu (28), warga Palemraya. Kabut asap yang muncul pagi ini lebih pekat dibandingkan sebelumnya.

“Waduh, sangat pekat Mas. Mata juga perih dan rentan terjadi kecelakaan. Sangat mengganggu kesehatan juga,” keluhnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OI Syakroni mengatakan, munculnya kabut asap (kemarin, red) kuat dugaan disebabkan faktor masih adanya lahan gambut kering yang mengalami kebakaran di wilayah Kabupaten OI.

Namun, lanjut Syakroni, pihaknya tetap mensiagakan petugas BPBD di masing-masing titik yang disinyalir rawan terjadinya kebakaran lahan khususnya di lahan gambut kering yang berada di wilayah Kabupaten OI.

“Sebanyak 2.500 masker bantuan dari pihak BNPB pusat, telah kita bagi-bagikan kepada pengendara yang melintas,” singkatnya.
Teks         : Junaedi Abdillah
EDITOR       : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster