Pengusaha Tahu Tempe Wajib Miliki Penampungan Limbah

 339 total views,  2 views today

Pengusaha Tahu Tempe | Foto : Bagus Kurniawan/KS

Pengusaha Tahu Tempe | Foto : Bagus Kurniawan/KS

PALEMBANG – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang menghimbau kepada pengusaha tahu dan tempe yang ada di Kota Palembang, agar menyediakan kolam nenampungan limbah. Hal itu terkait adanya laporan masyarakat di kawasan Kamboja, yang mengeluhkan air limbah dari industri tersebut, yang menyebabkan bau tidak sedap.

Kepala BLH Palembang Tabrani mengatakan, tahu dan tempe merupakan jenis industri kecil yang memiliki izin dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang, dan harus dilengkapi dengan kolam penampungan limbah. “Mereka di wajibkan untuk menyiapkan kolam penampungan limbah, agar air limbah tidak mengalir begitu saja kepada masyarakat,” kata Tabrani, Senin (3/11).

Tabrani menyebut, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 26 tahun 2011 tentang Pengolahan dan Pembinaan Limbah Cair, setiap industri haruslah memiliki penampungan limbah.

Selain itu sambung Tabrani, bagi industri tahu dan tempe yang mampu menghabiskan kedelai lebih dari 3.000 ton per tahun, diwajibkan memiliki dokumen Upaya Kelola Lingkungan dan Pemantauan Lingkungan (UKLPL). “UKLPL itu hanya diwajibkan bagi usaha tahu tempe yang memproduksi tahu tempe minimal 3.000 ton per tahun,” ujarnya.

Tabrani mengaku, secara keseluruhan usaha tahu tempe di metropolis, sudah memiliki tempat penampungan limbah. Hanya saja, mungkin ada usaha tahu tempe yang masih bertarap kecil yang belum menyediakan tempat pembuangan limbah.

“Penampungan limbah juga bisa di permanenkan dengan pembuatan berbahan beton, kami sudah solialisasikan terkait hal itu. Jadi, limbah wajib dikelola sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan,” ungkapnya

Tabrani menambahkan, pihaknya berharap kedepan tidak ada lagi usaha tahu tempe yang tidak memiliki penampungan. Karena hal itu berkaitan dengan lingkungan. “Yah, kami akan sosialisasikan terus. Jangan sampai terjadi pencemaran di lingkungan warga,” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR       : DICKY WAHYUDI

 

 

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster