Pemadaman Masih Terjadi, PLN Ingkar Janji !

 376 total views,  2 views today

Beberapa Petugas Sedang Melakukan Pengecekan Instalasi Listrik | Foto : Dok KS

Beberapa Petugas Sedang Melakukan Pengecekan Instalasi Listrik | Foto : Dok KS

PALEMBANG – Janji PT PLN Wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (WS2JB), untuk tidak lagi melakukan pemadaman seperti yang diminta Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, Minggu (2/11) lalu, ternyata tidak terbukti.

Pasalnya, Senin (3/11), pemadaman listrik masih terjadi di Kota Palembang. Pantauan Kabar Sumatera, tidak hanya pemukiman penduduk yang terkena imbas dari pemadaman listrik tersebut tetapi juga pelayanan publik.

Di kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang misalnya, listrik padam sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Akibatya aktivitas di kantor ledeng tersebut, lumpuh total. Kondisi yang sama terjadi di DPRD Sumsel, namun listrik tetap menyala karena adanya suplai listrik dari genset.

General Manager (GM) PT PLN WS2JB, Paranai Suhasfan menyebut pemadaman dilakukan karena Sumsel saat ini masih defisit daya sebesar 101.5 Mega Watt (MW). Ia menyebut, Sumsel menghasilkan daya hingga 940,34 MW. ( Baca Juga : Alex Noerdin : Tak Lagi Boleh ada Pemadaman Listrik )

Hanya saja, tak semua pembangkit bisa bekerja optimal karena gangguan. “Dari daya yang ada di Sumsel sebesar 940,34 MW, pada saat beban puncak mencapai 704,34 MW. Tapi kan tidak semua pembangkit bisa bekerja,” kata Paranai yang dibincangi usai meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Borang, kemarin.

Akibat rusaknya beberapa pembangkit jelasnya, Sumsel kehilangan banyak daya hingga 337, 5 MW. Beberapa pembangkit yang rusak tersebut diantaranya PLTG Borang yang menyuplai 150 MW, tiga unit pembangkit di Gunung Megang sebesar 100 MW, Keramasan sekitar 60 MW dan pembangkit di Bukit Asam dengan kapasitas 27,5 x 3 MW. “Kondisi ini akan semakin diperparah, jika beberapa pembangkit lain mengalami gangguan lanjutan,” ujarnya. ( Listrik Baru Normal Empat Hari Kedepan, Masyarakat Dihimbau Bersabar)

PT PLN WS2JB saat ini berharap pasokan daya dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Singkarak, berkapasitas 120 MW ditambah pembangkit di Gunung Megang sebesar 40 MW. Jika itu semua berjalan maka jaminnya, tidak ada lagi pemadaman listrik di wilayah S2JB.

“Pemadaman di Palembang hari ini (Senin), karena kabut asap menyebabkan gangguan pada pembangkit di PLTG Wika I dan II. Dua pembangkit itu menghasilkan daya 2 x 20 MW. Mesin pembangkit tidak bekerja optimal, pada pagi hari kemarin,” ujarnya beralasan.

Paranai memaparkan, pihaknya telah membuat rencana mitigasi perbaikan. Yakni percepat penyelesaian perbaikan gangguan di IPP PLTGU AGP Borang, dari rencana dua bulan menjadi lebih cepat.

 

Selanjutnya percepatan recovery PLTU SBLANG berkapasitas 2×89 MW, penyelesaian pasokan gas PLTG Borang 1-3 serta PLTMG Borang dengan daya total 110 MW, pengoperasian mesin baru PLTGU Gunung Megang GT 1.2 & ST 2.1 yang stop sejak Oktober lalu.

Kemudian percepatan perbaikan PHT Lahat-BKSAM 1 & 2, pembangun pembangkit dan transmisi PLTU Banjarsari dan Keban Agung, tambahan suplai pembangkit untuk Sumsel sebesar 170 MW, serta kerjasama pemerintah untuk bebaskan lahan dan penebangan pohon yang mengganggu transmisi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sumsel, Robert Heri mempertanyakan suplai listrik yang tersendat. Padahal, Sumber Daya Alam (SDA) di Sumsel berlimpah dan mampu dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Robert menyebut pihaknya siap menyediakan energi batubara hingga menghasilkan 5.000 MW bila PLN membutuhkan. “Kenyataan ini sungguh ironi, padahal kita adalah daerah kaya,” ujarnya.

Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Parlindungan Purban didampingi Asmawati mengatakan, pihaknya akan membawa hasil kunjungan kemarin ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), untuk dievaluasi dan membuat kebijakan baru terkain energi kelistrikan di Sumsel.

“Kita akan melakukan audit neraca energi. Kok bisa Sumsel mengalami defisit dan PLN tak bisa memastikan berapa cadangan listrik untuk melayani masyarakat. Hasil ini akan kita bahas bersama pemerintah,” tukasnya.

 

TEKS         : IMAM MAHFUZ

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster