Karyawan Trans Musi : Bayar Pesangon atau Pekerjakan Kembali

 592 total views,  2 views today

Ratusan eks karyawan Transmusi, kembali mendatangi kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Mereka menuntut kejelasan pesangon, Kemarin. Foto ; Bagus Kurniawan KS

Ratusan eks karyawan Transmusi, kembali mendatangi kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Mereka menuntut kejelasan pesangon, Kemarin. | Foto ; Bagus Kurniawan KS

PALEMBANG – Ratusan eks karyawan Transmusi, Senin (3/11) kembali mendatangi kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Mereka menuntut kejelasan pesangon, yang belum dibayarkan PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) kepada 411 eks karyawan Transmusi yang dianggap mengundurkan diri pada September lalu.

Koordinator Aksi (Korak) Juliansyah meminta PT SP2J, segera membayarkan pesangon ratusan karyawan yang dipecat secara sepihak tersebut. Kalau tidak mampu membayar pesangon itu maka sebut Juliansyah, PT SP2J harus mempekerjakan kembali karyawan yang dianggap mengundurkan diri tersebut.

“Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), yang dilakukan oleh manajemen PT SP2J terhadap kami, dilakukan sepihak. Kami minta Pemkot Palembang, sebagai pemilik PT SP2J untuk memperjuangkan hak kami, jika memang SP2J tidak sanggup membayar pesangon maka harus ada solusi lainnya,” kata Juliansyah.

Tak hanya menuntut pesangon, ratusan eks karyawan Transmusi ini mendesak wakil wali kota untuk memecat Direktur Utama (Dirut) PT SP2J, Marwan Hasmen. Alasannya sebut mereka, Marwan telah gagal dalam mengelola Transmusi.

“Kenapa kami bilang gagal, karena saat manajemen lama tidak pernah karyawan mengeluh apalagi sampai berdemo. Artinya, Dirut sekarang tidak benar cara memimpin sehingga menimbulkan gejolak di Transmusi,” ujarnya.

Kegagalan Marwan dalam memimpin SP2J sebut Juliansyah, karena hubungan yang dibangun antara manajemen dengna karyawan tidak transfaran. Misalnya, penggunaan pemotongan gaji karyawan untuk apa tidak pernah diberitahukan. Selain itu, karyawan di intimidasi untuk membentuk serikat pekerja.

“Manajemen sekarang bersikap semena-mena. Kalau Pemkot masih mempekerjakan Dirut sekarang, PT SP2J tidak akan maju. Pasti akan menghadapi masalah terus menerus. Apabila pemkot tidak segera memberikan kejelasan terkait tuntutan kami, kami akan kembali berdemo lagi,” ancamnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang, Ucok Hidayat mengatakan, pemkot masih mengaudit data, jaminan sosial dan kesehatan (Jamsostek) dan lainnya. Setelah itu selesai, barulah bisa memproses pemecatan terhadap Dirut PT SP2J.

“Terkait tuntutan mantan karyawan soal pesangon atau kembali mempekerjakannya, kami akan melihat dulu kapasitas jumlah bus dengan kebutuhan karyawan,” ujarnya yang dibincangi usai menerima perwakilan pendemo di ruang rapat wali kota.

Menurut Ucok, apabila karyawan memang harus diberhentikan secara tetap tentu akan diberhentikan, sesuai aturan yang berlaku. Artinya, pesangon pasti akan diberikan. “Saat ini, dari 150 unit jumlah bus yang dimiliki Transmusi hanya 30 unit saja beroperasi. Sehingga sangat realistis, jika ada pemberhentian karyawan,” tukasnya.

 

TEKS        : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR      : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster