Kabut Asap Belum Usai, Tanggap Darurat Diperpanjang

 273 total views,  2 views today

Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Helicopternya. Foto ; Bagus Kurniawan

Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Helikopternya. Foto ; Bagus Kurniawan/KS

PALEMBANG – Kabut asap pekat yang menyelimuti Sumsel beberapa waktu lalu, sempat mengilang. Namun bencana itu ternyata belum usai. Bahkan, Senin (3/11), kabut asap pekat kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Sumsel diantaranya di Kabupaten OKI, Palembang, Empat Lawang dan sejumlah kabupaten/kota lainnya di Sumsel.

Di Palembang, pantauan Kabar Sumatera sekitar pukul 06.30 WIB, kabut asap pekat menyelimuti metropolis. Akibatnya jarak pandang hanya beberapa meter saja. Di Jalan R Soekamto misalnya, dari arah Novotel, pembangunan underpass Simpang Patal tak terlihat karena tertutup kabut asap.

Kendaraan yang melintas, terpaksa berjalan perlahan dengan menyalakan lampu utama kendaraannya. Namun sekitar pukul 08.30 WIB, kabut asap tersebut mulai berangsung-angsur menghilang.

“Ya, hari ini kabut asapnya semakin tebal. Sempat menghilang, namun kembali muncul. Ini sudah terjadi sejak Minggu,” kata Rahma (30), salah seorang pengendara sepeda motor yang mengaku tinggal di kompleks Pusri Sako Kenten, Palembang.

Tanggap Darurat Diperpanjang

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Yulizar Dinoto yang dibincangi terpisah mengakui munculnya kembali kabut asap tersebut. Ia menyebut, saat ini operasi tanggap darurat bencana asap diperpanjang.

BPBD sebutnya, terus berupaya dalam memadamkan kebakaran lahan dan hutan melalui operasi darat dan udara. Bahkan ada beberapa tehnologi yang merupakan bantuan dari BNPB diterima dan dimanfaatkan, guna memadamkan lahan yang terbakar.

“Besok (hari ini) datang Hercules milik TNI AU, yang sebelumnya beroperasi di Palangkaraya. Pesawat ini akan ditukar dengan Casa 212-200 atau PK-PCT dari Pelita. Ini karena TMC dari Hercules, mampu membawa empat ton garam untuk disemai. Sementara Casa, hanya bisa membawa satu ton saja,” ujarnya.

Selain TMC, BPBD jelasnya, juga terus melakukan water boombing menggunakan heli MI-8, Bolkow 105, Kamov dan pesawat air tractor. Mengenai dana, kata Yulizar, ia mengaku tidak mendapat bantuan dari BNPB dalam bentuk dana melainkan dalam bentuk tehnologi.

“Kita tidak pegang anggaran sama sekali. Kami hanya terima bantuan peralatan tehnologi. Kami terus lakukan koordinasi dengan BNPB untuk mempercepat Hercules tersebut,” jelasnya.

Yulizar menuturkan saat ini yang akan dilakukan, bukan semakin membuat khawatir masyarakat dengan pemberitaan menakutkan melainkan terus berupaya untuk menyelesaikan kebakaran yang terjadi.

“Jangan buat pemberitaan yang mengkhawatirkan masyarakat Sumsel, apalagi asap akan sampai ke Singapura. Yang jelas, kita akan terus berupaya maksimal untuk memadamkan asap, kami minta dukungan dari masyarakat dan semua media,” tukasnya.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster