Anggota DPRD Sumsel Masih “Menganggur”

 301 total views,  2 views today

Pelantikan 75 Anggota DPRD Sumsel Periode 2014-2019 | Dok KS

Foto Pelantikan 75 Anggota DPRD Sumsel Periode 2014-2019 | Dok KS

  • Alat Kelengkapan Dewan Belum Terbentuk
  • Terganjal Pimpinan Dewan Definitif

PALEMBANG – Anggota DPRD Sumsel periode 2014-2019 sejak dilantik 24 September lalu, kini lebih banyak”menganggur”. Itu disebabkan, alat kelengkapan dewan seperti komisi-komisi, Badan Anggaran (Banggar), Badan Musyawarah (Banmus) dan Badan Kehormatan (BK), belum terbentuk.

Pantauan Kabar Sumatera, Senin (3/11), tidak ada aktivitas berarti para wakil rakyat tersebut. Sejumlah anggota dewan, hanya sesekali datang saat digelar rapat paripurna saja itu pun, lebih banyak dihabiskan di ruang fraksi atau ruang pribadi.

Sementara itu ruangan komisi, masih sepi tanpa aktivitas karena memang komisi-komisi sampai saat ini belum terbentuk. Akibatnya, beberapa persoalan masyarakat tidak bisa ditanggapi langsung oleh dewan misalnya padamnya aliran listrik di Sumsel , kabut asap atau lainnya.

“Ya, kinerja kita belum maksimal karena alat kelengkapan belum terbentuk. Sehingga kita tidak bisa menjalankan fungsi pengawasan dan lainnya, dengan maksimal,” kata anggota DPRD Sumsel, Rizal Kenedy yang dibincangi, kemarin.

Politisi PPP ini menyebut, harusnya alat kelengkapan dewan sudah terbentuk. Sebab ada persoalan-persoalan yang harus segera ditangani dewan. Misalnya evaluasi penggunaan anggaran dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), atau menyikpai berbagai persoalan masyarakat seperti darurat listrik di Sumsel.

Rizal menyayangkan kondisi tersebut. Pengalamannya selama empat periode menjadi anggota DPRD, kejadian seperti ini menurutnya baru pertamakali ditemukannya. “Dua periode di DPRD daerah, dan dua periode di DPRD Sumsel. Baru periode ini, pembentukan alat kelengkapan molor. Memang tidak ada batas waktu, kapan harus terbentuk. Tetapi seharusnya semakin cepat, semakin baik,” ucapnya.

Rizal menyebut lambannya pembentukan alat kelengkapan dewan seperti komisi-komisi, Badan Anggaran (Banggar), Badan Legislasi, Badan Musyawarah (Banmus) dan Badan Kehormatan (BK), disebabkan belum ada pimpinan DPRD defenitif.

Selama belum ada pimpinan dewan defenitif maka jelas Rizal, pembentukan alat kelengkapan dewan belum bisa dibahas. “Karenanya saya berharap, partai politik (parpol) yang berhak mendapatkan kursi pimpinan dewan segera menunjuk siapa calonnya agar pimpinan DPRD Sumsel bisa di defenitifkan. Dengan begitu, alat kelengkapan dewan bisa dibahas,” ujarnya.

Sebagai informasi, sampai saat dari empat unsur pimpinan di DPRD Sumsel tinggal PDI Perjuangan yang belum menunjuk siapa calonnya. Sementara partai lainnya seperti Gerindra, Golkar dan Demokrat sudah menunjuk calon Wakil Ketua DPRD Sumsel.

PDI Perjuangan yang menjadi partai pemenang pemilu 2014 di Sumsel, sehingga berhak mendapatkan kursi Ketua DPRD, masih belum memutuskan siapa calon ketua dewan. Itu disebabkan, SK dari DPP PDI Perjuangan belum juga keluar. Ada dua kandidat untuk calon ketua dewan dari partai berlambang banteng gemuk dalam lingkaran ini yakni MA Gantada dan Giri Ramandha NK.

 

TEKS         : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster