10 Hektar Lahan Hasil Tipikor Tanah Kuburan Disita

 372 total views,  2 views today

Ilustrasi | Dok KS

Foto Ilustrasi  | Dok KS

PALEMBANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), menyita 10 hektar lahan kosong milik Hidirman, yang merupakan tersangka tindak pidana korupsi (Tipikor) tanah kuburan di Desa Pengaringan Semidang, Kecamatan Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) R Djarod Padakova, didampingi Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sumsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Imran Amir, Senin (3/11) kemarin.

Selain tanah, penyidik juga menyita uang senilai Rp120 juta dan menggeledah rumah Hidirman. Dari penggeledahan pemilik lahan kuburan tersebut, penyidik menyita beberapa dokumen yang dinilai berkaitan dengan kasus ini.

“Untuk tanah milik tersangka ini, kini sudah kita segel dengan memasang garis polisi. Adapun yang kita amankan adalah sertifikatnya dan kini sertifikat tersebut sudah dibawa ke Polda Sumsel oleh penyidik,” kata Djarod.

Lanjut Djarod, nantinya penyitaan ini akan digunakan untuk barang bukti dalam melengkapi berkas pemeriksaan sebelum dilimpahkan ke kejaksaan. Hidirman sendiri sudah pernah dimintai keterangan, baik sebagai saksi hingga ia ditetapkan sebagai tersangka.

Hidirman ditetapkan sebagai tersangka setelah mendengar keterangan dari saksi dan dari keterangan ia sendiri. Selain Hidirman, sudah ada tiga tersangka lain. Mereka adalah Ahmad Junaidi selaku mantan Asisten I Pemkab OKU, Najamudin (Kadinsos OKU), dan Umortom (Mantan Sekertaris Daerah Pemkab OKU).

Dalam dugaaan kasus ini, keempat tersangka diduga menggunakan modus dengan melakukan penggelembungan anggaran hingga membuat kerugian negara. Untuk angka pasti kerugian negaranya, masih menunggu audit dari BPKP.

Proyek penyediaan lahan tersebut menggunakan anggaran APBD Tahun 2012 senilai Rp 6,1 Miliar untuk lahan seluas 10 hektar, yang pengerjaannya dilakukan Dinsos Batu Raja Timur.

“Apakah akan ada penyitaan untu tersangka lain, masih belum bisa kita putuskan. Tergantung dari hasil penyelidikan nanti. Penyitaan sendiri adalah bagian dari proses penyidikan untuk melengkapi alat bukti, dan membuat terang tindak pidana yang terjadi,” tukas Djarod.

 

TEKS     : Oscar Ryzal

EDITOR    : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster