Warga Keluhkan Listrik Padam

 346 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Pemadaman aliran listrik beberapa hari terakhir, membuat warga Kota Palembang resah. Pasalnya, pemadaman terjadi berulang kali, tidak hanya pada malam hari saja, siang hari pun juga padam. Akibatnya aktivitas warga terganggu.

Jannah (26), warga Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang ini misalnya. Ia mengaku, mengalami kerugian karena mesin foto copy nya tidak bisa dioperasikan akibat padamnya listrik. “Sudah tiga hari ini, listrik byarpet. Usaha saya kan foto copy, terpaksa tutup karena lampu mati,” keluh ibu satu orang anak ini saat dibincangi, Minggu (2/11).

Menurut Jannah, pemadaman listrik tersebut sangat tidak sesuai dengan beban yang dikeluarkan pelanggan PT PLN, karena tarif listrik sudah berapa kali naik di 2014 ini tetapi pelayanan sangat buruk.

“Seharusnya pelayanan lebih baik lagi, dengan naiknya tarif. Tapi nyatanya apa, pelayanan semakin buruk. Padahal pembayaran listrik tepat waktu terus, PLN sangat tidak profesional, karena jika pelanggan telat bayar tiga bulan, saluran listrik akan dicabut,” ujarnya.

Berbanding terbalik dengan Jannah, pemilik toko genset di Kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Rika mengatakan, akibat pemadaman listrik beberapa hari terakhir ini, banyak warga metropolis yang datang ke toko nya untuk membeli genset. “Penjualan genset meningkat tajam. Biasanya, genset hanya terjual enam unit perhari, tapi tiga hari terakhir penjualan mencapai 20 unit perhari,” ujarnya.

Rika mengaku, untuk hari minggu biasanya toko miliknya tutup karena hari libur. Tapi, karena permintaan genset tinggi, maka toko tetap dibuka. “Pembeli genset kebanyakan dari rumah tangga, mungkin karena pemadaman listrik bergilir,” bebernya.

Sementara itu, Manager Hukum Dan Humas PT PLN S2JB, Lilik Hendro Purnomo mengatakan, PLN saat ini tengah mengusahakan cara lain, untuk menutupi pasokan listrik yang mengalami defisit.

“Yang mengalami kerusakan itu hanya Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Borang, nah untuk pembangkit listrik yang kecil-kecil tidak rusak. Makanya kami akan optimalkan,” ujarnya.

Lilik menjelaskan, PLN sudah melakukan pertemuan dengan Gubernur Sumsel terkait solusi kelistrikan tersebut termasuk masalah regulasi gas yang mengalami gangguan. “Sudah ada solusinya, ada gas dari PT Medco yang akan disalurkan untuk pembangkit. Itu sudah masuk ke sistem, sehingga ada tambahan daya 6 X 2 Mega Watt (MW),” jelasnya.

Sementara untuk perbaikan turbin gas yang rusak di Borang, saat ini pihaknya sebut Hendro,terus melakukan perbaikan. Di jadwalkan 15 hari kedepan, sudah bisa dirampungkan. “Kalau kemarin defisit mencapai 100 MW untuk malam hari, sekarang sudah menurun yakni 80 MW. Kami usahakan, secepatnya perbaikan selesai,” tukasnya.

 

TEKS        : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR       : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster