Tukang Jahit Mengeluh Listrik Padam, “Pening Kami Pak…”

 407 total views,  2 views today

Pemasangan Amper Listrik PLN | Dok KS

Ilustrasi Pemasangan Amper Listrik PLN | Dok KS

PRABUMULIH – Matinya listrik di sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) bebarapa hari terakhir berpengaruh besar pada sektor perekonomian warga Kota Prabumulih. Sejumlah warga mengaku, mengalami penurunan omzet di atas 30 persen per harinya.

Refli Harun (43), lelaki ria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang jahit di toko Sinar Surya, di lantai dua Pasar Inpres Prabumulih ini mengaku jika matinya listrik tersebut membuat omzet jasa menjahit pakaiannya tersebut menurun drastis.

“Pening kami pak. Gara gara listrik mati ini, omzet kami turun nian, sampe 50 persen. Parahnyo lagi kabar kabarnyo listrik mati ini sanpe duo minggu kedepan,” keluhnya.

Refli menjelaskan jika akibat mati lampu tersebut, dirinya hanya bisa menyelesaikan satu pakaian saja per harinya.

Mengingat, semua mesin jahit miliknya tersebut rata rata menggunakan tenaga listrik yang otomatis tidak bisa digunakan jika listrik mati.

“Listrik mati ini, tiga mesin jahit kami tidak bisa digunakan karena menggunakan tenaga listrik. Dan hanya satu mesin jahit saja yang masih menggunakan tenaga manual. Dan itu pun membuat pekerjaan menjadi lambat,” jelasnya.

Akibatnya, kata Refli, hanya satu pekerja saja yang bisa bekerja di saat listrik mati tersebut. Tentunya, sejumlah pelanggan berfikir dua kali untuk menjahitkan pakaian ditempatnya. Mengingat, waktu pengerjaan dengan mesin jahit manual menyita waktu yang cukup lama.

“Pelanggan kami juga banyak yang urungan nak jahitke baju disini. Soalnyo kami minta talenggang waktu cukup lamo dari biasonyo, oleh gunoke mesin jahit manual ini. Apolagi cuma sikok inilah yang ado,” terangnya.

 

TEKS          : IRSAN MATONDANG
EDITOR        : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster