Segerombolan Pria Bersenpi Aniaya Satpam Mall

 53 total views,  3 views today

ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Tidak senang anaknya telah dianiaya hingga tak sadarkan diri oleh segerombolan pria yang masing-masing memegang senjata api (Senpi), Rumaidi (52) mendatangi sentral pelayan kepolisian terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (2/10).

Pria paru baya ini melaporkan tindak penganiayaan yang telah dialami anaknya yang bernama Ari Wibowo (30). Akibat penganiayan tersebut warga Jaln Sukabangun II, Lorong Cemara, Kelurahan Sukajaya, Kecamata Sukarami Palembang ini mengalami luka tusuk di paha kanan dan bahu kanan patah.

Dikatakan ayah korban, bahwa kejadian ini bermula saat anaknya yang bekerja sebagai satpam Giant Mall di Jalan Soekarno-Hatta Alang-alang Lebar, sedang minum kopi dikawasan tersebut, Kamis (30/10) pukul 02.00 WIB.

“Waktu kejadian anak saya sedang menjalankan tugasnya dan sedang beristirahat, saya menduga mungkin yang melakukan semua ini adalah anggota polisi, kerena mereka masing-masing memiliki senjata api,” ujarnya.

Lanjut Rumaidi, kejadian pertama kali bermula saat Ari duduk di sekitar warung tempat ia bekerja. Saat makan nasi, Ari didatangi sekelompok pria misterius yang naik Mitsubishi Kuda merah dan tiga unit sepeda motor. Tanpa sepatah kata, sekelompok pria yang jumlahnya sekitar delapan orang itu memukuli Ari.

Usai memukul, kedepalan pria itu meminta KTP Ari. Karena Ari tidak membawa KTP, kedelapannya merampas dompet Ari yang berisikan uang Rp 800 ribu dan STNK motor.

Hingga saat ini, dompet dan isinya belum dikembalikan pelaku. “Ari dibawa pelaku naik mobil. Kami menjumpai Ari di Polda Sumsel setelah ia diletakkan di sana oleh para pelaku,” kata Rumaidi.

Saat berada di Polda Sumsel, lanjut Rumaidi, Ari seolah-olah dibuat melapor telah dipukuli masyarakat. Adapun pelapornya adalah seorang wanita yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya.

Kepala bidang hubungan masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) R Djarod Padakova, sudah menerima laporan Rumaidi. Baik Rumaidi, Ari, dan sejumlah saksi sudah dimintai keterangan.

“Belum diketahui apakah ini perbuatan oknum atau bukan. Yang pasti, siapa pun yang terbukti berbuat pidana, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tukas perwira berpangkat melati dua ini.

 

TEKS   : Oscar Ryzal

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com