Rider Indonesia Takluk di Bukit Sulap

 1,950 total views,  2 views today

Pembalag cabang Downhil Men Elite saat melewati track dibebatuan air tejun Bukit Sulap Lubuklinggau. | Dok KS

Pembalag cabang Downhil Men Elite saat melewati track dibebatuan air tejun Bukit Sulap Lubuklinggau. | Dok KS

LUBUKLINGGAU – Para rider Indonesia yang turun Asian Mountain Bike Championship (AMBC) 2014 di Bukit Sulap, Lubuklinggau, tidak mampu mengulangi prestasi mereka diajang yang musim lalu di China. Mereka harus takluk dari rider negara lain.

Popo Cs yang bertarung di kelas downhil, hanya mampu finish di urutan ke empat dibawah Thailand, Jepang dan Philipines. Tekad besar merebut posisi tertinggi dalam kelas paling begengsi ini, harus kandas oleh faktor non teknis.

Pebalap downhill andalan Indonesia, Popo Ario Sejati, tertatih-tatih melewati garis finish karena mengalami pecah ban belakang, sedangkan Agung Fambudi mengalami putus rantai. Dari kelima pembalap Downhill kelas Men Elite yang diturunkan, Tim Indonesia hanya mampu menempatkan Bagus Budi Setiawan diposisi ke empat dengan catatan waktu 2:33:54 detik.

Sementara posisi pertama ditempati pebalap asal Thailand, Sukchanya Suebsakun dengan waktu 2:27:38 detik, disusul posisi dua Shimizu Kazuki dengan waktu 2:28:85 detik dan posisi tiga pebalap asal Philipines, Farr Jhon Derick dengan waktu 2:29:12 detik.

Namun, Tim Indonesia mampu mencatatkan torehan hasil terbaik diposisi kedua dalam donwhill kelas women elite melalui pembalap Nining Purwaningsing, dengan catatan waktu 3:17:77 detik.

Sedangkan diposisi pertama ditempati pebalap Jepang, Suemasa Mio dengan waktu 3:00:59 detik dan posisi ketiga pebalap asal Thailand , Deekaballes Vipavee dengan waktu 3:18:55 detik.

“Saya mohon maaf tidak dapat menang, karena putus rantai. Saya sudah berusaha maksimal. Doakan kami, semoga event selanjutnya dapat berbuat yang terbaik demi Indonesia,” kata pembalap men elite, downhill Indonesia, Agung Pambudi.

Kendala non teknis dilapangan juga dialami pebalap men elite dwonhill asal Iran. Takandi Amin, terpaksa harus tertatih-tatih masuk garis finish dengan catatan waktu 11.20:68 detik, karena mengalami pecah ban depan.

Sedangkan satu pebalap Iran lainnya, Zanjaniah Hossein tidak dapat mengikuti kejuaraan awal setelah tangan kirinya patah pada sesi latihan resmi. “Insya Allah, nanti kami akan berusaha lebih baik lagi dan kami akan jadi pemenang,” tukasnya.

Di nomor cros country olympix man junior, juara pertama diraih atlet Jepang, Hirabayahi Ari. Posisi kedua ditempati Gu Bingcheng (China), ketiga Yamada Masaki (Jepang) dan Hibatula Jamal.

Dikelas yang sama di nomor women junior, juara pertama diduduki Petraphan dari Thailand, posisi kedua diraih Nakashima Takaho dari Jepang, urutan ketiga Dormitorto Adiana dari Philipina. Sedangkan Azizah Suyut Tyas dari Indonesia, diperingkat terakhir dari tujuh peserta.

“Hasil kelas downhil diluar perkiraan kita, karena saat ujicoba tiga atlet kita waktu tercepat. Mungkin karena Popo mengalami pecah ban dan Agung putus rantai,” kata Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, kemarin.

Sedangkan untuk kelas Cross Country Olympix, Nanan sapaan H SN prana putra Sohe, tak menduga kalau Indonesia bisa meraih peringkat ke empat. “Peringkat empat diluar dugaan, peringkat itu sudah bagus dan bersyukur,” tukasnya.
TEKS     : T MASRI SYAH
EDITOR    : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster