OKI Masih Kurang 376 Tenaga Kesehatan

 359 total views,  2 views today

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

KAYUAGUNG – Bila selama ini masyarakat terkadang kesulitan dalam mendapat penanganan medis dari seorang dokter, setiap hari Sabtu. Dimana umumnya para dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung sudah tidak masuk kerja lagi dan memilih pulang. Sehinga bila ada pasien gawat yang masuk RSUD tidak langsung ditangani oleh dokter melainkan perawat saja. Nah kali ini, paraturan baru mulai dilaksanakan, di mana para dokter harus enam hari kerja, artinya hari Sabtu para dokter minimal harus ada jangan samapi tidak ada dokter sama sekali seperti sebelumnya.

“Kita sudah buat surat perjanjian dengan para dokter diatas matrai,” demikian diungkapkan Direktur RSUD Kayuagung, dr Linda Sofriyanti, Ahad (2/11).

Menurut wanita yang baru seminggu menjabat sebagai direktur di rumah sakit umum daerah itu, aturan ini diterapkan demi meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pasien.

“Dan aturan ini sudah berjalan waktu dipimpin dokter Fikram, sehingga kebijakan yang positif ini mesti dilanjutkan di kepemimpinan saya,” ungkap dr Linda.

Kata Linda yang sudah mengabdi selama 11 tahun di Kabupaten OKI, saat ini kendala yang dihadapi rumah skait yakni masih kurangnya tenaga dokter. ” Kita masih kekurangan dokter, baik dokter umum maupun spesialis,” ujarnya.

Menurut dia, untuk RSUD tipe C, minimal harus memiliki dua dokter  untuk  masing-masing spesialis.

“Saat ini untuk dokter spesialis anak baru 1 seharusnya 2, kemudian spesialis saraf, kulit, THT, rotgen, radiologi, semuanya masih kurang hanya spesialis mata dan penyakit dalam yang sudah cukup,”katanya.

Begitu juga untuk dokter umum, masih kurang sekitar 5 dokter lagi. Sekarang RSUD Kayuagung baru memiliki 6 dokter umum.

“Seharusnya untuk dokter umum kita harus punya 11 dokter umum, tetapi hal itu tidak mengganggu pelayanan pasiesn di RSUD Kayuagung, karena saat ini ada bantuan dokter dari kementrian kesehatan (Kemenkes),” jelasnya.

Beberapa dokter yang diperbantukan dari Kemenkes ini, kata dr Linda sangat membantu pelayanan pasien di RSUD Kayuagung.

“Selama ini kekurangan dokter dengan adanya bantuan dokter ini sangat membantu kami, ini sudah berjalan selama tiga tahun,  meski mereka setiap tahun diganti dengan dokter baru, kita juga memberikan  jasa medis kepada mereka supaya semangat bekerja,” ungkapnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, H M Lubis, SKM MKes, tidak haya RSUD Kayuagung yang kekurang dokter, tetapi Kabupaten OKI masih kekurangan tenaga kesehatan sebanyak 376 tenaga.

“Kita memang kekurangan sekitar 376 tenaga kesehatan, mulai dari bidan, medis dan tenaga dokter, hal itu sudah kita usulkan ke BKD dalam kuota penerimaan CPNS tahun ini,” kata  Lubis.

 

TEKS       : DONI AFRIANSYAH

EDITOR     : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster