Lepas Status Daerah Tertinggal Empat Lawang Menuju Potensi Maju

 1,498 total views,  2 views today

Tugu Emass Salah satu Icon Kab Empat Lawang

Tugu Emass Salah satu Icon Kab Empat Lawang | Dok KS

PEMEKARAN Kabupaten Empat Lawang dari Kabupaten Iduk Lahat 2007 lalu, dirasakan sangat memberi dampak positif bagi pemerataan pembangunan.

Dalam usia ke tujuh tahun usia pemekarannya, bumi saling keruani sangi kerawati mampu melepas status daerah tertinggal. Kini Empat Lawang menjadi salah satu daerah tercepat dalam pembangunan, menuju daerah berpotensi maju di Indonesia.

Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) H Nanti Kasih Ade menjelaskan, Empat Lawang melepas status daerah tertinggal berdasarkan hasil penilaian tim kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, atau kementrian PDT pada 2014. Dengan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 70,01.

Penilaian positif, meskipun belum tuntas secara keseluruhan dan masih dalam tahap pembinaan. Setidaknya sebagai daerah potensi maju, didalamnya masih terdapat desa tertinggal.

“Sebagai salah satu daerah termuda di Provinsi Sumatera Selatan, Empat Lawang bisa menyamai daerah lain dalam upaya pembangunan dan melepas status daerah tertinggal,” jelas Nanti Kasih menambahkan, sejak bergulirnya program PDT 2010 lalu, Empat Lawang menuntaskan program dalam empat tahun.

Peringkat ke 3 Pengentasan Kemiskinan di Sumsel.

Angka kemiskinan masyarakat Kabupaten Empat Lawang menurun cukup significan. Dari data kependudukan tahun 2012 sekitar 13,36 persen atau 30.700 jiwa, menurun jadi 12,86 persen atau sekitar 29 ribu jiwa pada tahun 2013. Diprediksikan, angka kemiskinan masyarakat Empat Lawang 2014 dan setererusnya akan menurun hingga ke proyeksi akhir periode 2018 mencapai angka sekitar 10,88 persen.

Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri menjelaskan,  penurunan angka kemiskinan dipengaruhi berbagai indikator yang dicapai. Mencakup peningkatan Indeks pembangunan manusia (IPM), di bidang pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat. Misalnya daya beli, didukung peningkatan infrastruktur mendukung perekonomian masyarakat terutama petani. Contoh saja, sebelum dibangun infrastruktur jalan biaya angkut hasil panen kopi dari kebun mencapai Rp 1500 perkilogram, tapi setelah dibangun jalan saat ini ongkos atau biaya angkut hasil panen petani hanya di kisaran Rp 250 perkilogram. Tentunya, saving biaya angkut hasil panen petani lebih meningkat.

Selain bidang pertanian, indikator penurunan angka kemiskinan Empat Lawang juga didukung peningkatan industri pengolahan komoditi pertanian dan perkebunan. Diakuinya, informasi dari Bappeda Provinsi rovinsi Sumatera Selatan,  Empat Lawang masuk peringkat ke tiga penurunan angka kemiskinan. Makanya sebut HBA, kedepan Pemkab Empat Lawang akan lebih meningkatkan lagi penganggaran dibidang tertentu, yang dianggap berhasil menurunkan angka kemiskinan masyarakat.

Sementara itu Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, Yohanes Toruan mengakui, Kabupaten Empat Lawang termasuk daerah baru yang cukup pesat dalam menurunkan angka kemiskinan, tercatat pada peringkat ke tiga penurunan angka kemiskinan di Provinsi Sumsel.

Proyeksi APBD Hampir Rp 1 Triliun

Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri menyakini, proyeksi pencapaian Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Empat Lawang 2015 mendatang bisa mencapai Rp 1 Triliun. Hal ini bukan tidak mungkin, karena APBD induk Kabupaten Empat Lawang 2014 sudah mencapai Rp 831.451.565.835,06, dari jumlah itu belanja daerah mencapai Rp 907.240.574.865,51 meliputi belanja tidak langsung atau belanja pemerintahan seperti gaji pegawai, subsidi, hibah dan lainnya sebesar 30 persen atau Rp 285.508.065.496. Sementara lebih dominan adalah belanja langsung atau pembangunan infrastruktur publik mencapai 70 persen atau Rp 621.732.509.369,51. Ada juga pembiayaan sebesar Rp 75.789.009.030,45

Penyerapan APBD Empat Lawang lebih mengedepankan anggaran pro rakyat. Dimana belanja langsung berupa pembangunan infrastruktur publik mencapai 70 persen, sementara belanja tidak langsung atau pembiayaan pemerintahan hanya 30 persen.

“Sejak peride pertama hingga sekarang penyerapan APBD Empat Lawang 2014 tetap didominasi belanja langsung infrastruktur, setidaknya lebih dari 65 persen per tahun. Ini menunjukkan bahwa pemkab Empat Lawang mengedepankan sistem penggunaan anggaran pro rakyat,” kata HBA.

Pencapaian PAD Over Target 

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Empat Lawang kian terarah jelas. Dalam hitungan usia ke 7 tahun pasca pemekaran dari Kabupaten Lahat pada April 2007 lalu, peningkatan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) hampir tembus Rp 1 Triliun di tahun 2014 serta disusul juga keberhasilan pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) melebihi target dalam tiga tahun terakhir yaitu 2011, 2012 dan 2013.

Maksimalnya pencapaian PAD Empat Lawang dibawah kepemimpinan Bupati H Budi Antoni Aljufri, SE, MM (HBA) menjadi salah satu bukti keberhasilan visi misi menuju Empat Lawang EMASS  Nan Gemilang serta kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data bersumber dari Dinas Pendapatan Pengelolaan  Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Empat Lawang, target PAD terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Terhitung tahun 2010 dari target PAD sekitar Rp 12 Miliar per tahun, tercapai hingga Rp 11,5 Miliar atau sekitar 94 persen. Ketika itu, beberapa sektor pajak dan retribusi diantaranya pajak hotel, restaoran dan lainnya belum digenjot secara maksimal. Namun demikian puncak kesuksesan pencapaian PAD dimulai 2011, dengan target sekitar Rp 12 Miliar tercapai over target sekitar Rp 18, 4 Miliar atau 127,6 persen. Sementara penc apaian PAD pada 2012, dari target sekitar Rp 14 Miliar, tercapai over target cukup significan sekitar Rp 22 Miliar atau sekitar 146, 82 persen. Begitu juga dengan pencapaian PAD 2013 lalu, dari target sekitar Rp 16 Miliar tercapai over target sekitar 145,68 persen atau Rp 24, 2 Miliar. Sementara untuk PAD 2014 ini di prediksi juga over target tembus Rp 30 Miliar. Data Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Empat Lawang per 30 September, PAD Empat Lawang sudah mencapai 80 persen, dengan perolehan lebih kurang Rp 16 Miliar dari target keseluruhan Rp 20 miliar.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Empat Lawang Mgs A Nawawi. “Kita optimis tercapai over target, data per 30 September sudah tembus angka 80 persen,” jelasnya. Dibeberkan Nawawi, sumber PAD potensial masih diperoleh dari pajak pertambangan material Galian C, termasuk retribusi angkutan material. Selain itu ada juga tambahan dari Pajak Bumi Bangunan (PBB), pajak perhotelan dan rumah makan serta sumber penghasilan asli daerah lainnya, bunga saham perbankan serta pajak langsung.

Table Pencapaian PAD Empat Lawang (2010-2014).           

TahunTarget (Rp)Pencapaian (Rp)Persentase (%)Keterangan
201012 Miliar11, 5 Miliar94 %
201112 Miliar18,4 Miliar127,6 %Over Target
201214,6 Miliar22 Miliar146,82 %Over Target
201316 Miliar24,2 Miliar145,68 %Over Target
201420 Miliar16 Miliar80  %Pencapaian per 31 September 2014, Diproyeksi Over Target

Sumber: Dispenda Empat Lawang dalam hitungan pembulatan.

Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Kabupaten Empat Lawang 2013-2018

  1. Perioritas pertama yaitu Tata kelolah pemerintahan yang baik dan Kamtibmas
  2. Perioritas kedua yaitu Pembangunan Infrastruktur dan Energi
  3. Perioritas ketiga, bidang Pendidikan, Kesehatan dan Sosial Budaya
  4. Perioritas keempat, penanggulangan kemiskinan dan pengangguran
  5. perioritas ke lima Peningkatan kualitas perekonomian rakyat dan ketahanan pangan
  6. Pengelolaan Lingkungan dan pengendalian bencana
  7. Pengembangan Potensi wilayah

Perencanaan Terbaik Se Sumatera Selatan

Perencanaan pembangunan Kabupaten Empat Lawang menduduki Peringkat ke tiga se Sumatera Selatan, hal ini membuktikan bahwa arah pembangunan daerah pemekaran berusia hampir enam tahun ini sudah jelas.  Nilai positif dan apresiasi bagi pemerintahan dibawah pimpinan Bupati, H Budi Antoni Aljufri, SE, MM, saat ini Kabupaten Empat Lawang telah memiliki RTRW 2013-2018 yang didukung Rencanan Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2008-2025.

Diketahui pengesahan Perda RTRW Kabupaten Empat Lawang merupakan pertama di Provinsi Sumatera Selatan dan urutan ke tiga di Sumatera. Dengan singkornisasi program pembangunan mencapai 93 persen dari program nasional dan singkronisasi 99 persen terhadap program provinsi Sumsel.

Dengan konsef strategis, RTRW membagi tiga zona yaitu Ibukota Kecamatan Tebing Tinggi didukung sebagai pusat pemerintahan, kecamatan Pendopo, Muara Pinang dan Lintang Kanan sebagai pusat perkembangan perekonomian serta didukung enam Kecamatan lainnya yaitu Pendopo Barat, Ulu Musi, Talang Padang, Sikap Dalam, Pasemah Air Keruh dan Saling sebagai daerah penyangga perekonomian berbasis pertanian dan perkebunan. Sebagai urat nadinya, telah dibangun akses utama Jalan Poros Tebing Tinggi-Pendopo, jalan Lingkar Kota Tebing Tinggi, Jalan Simpang Perigi menuju Paiker tembus Muara Pinang dan Lintang Kanan serta Jalan Ponton Talang Padang tembus Pasemah Air Keruh. Dengan selesainya akses ini di tahun 2013, dipastikan tidak ada lagi wilayah Empat Lawang terisolir.  (ADV)





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster