Alex Noerdin : Tak Lagi Boleh ada Pemadaman Listrik

 280 total views,  2 views today

Alex Noerdin Gubernur Sumsel | Dok KS

Alex Noerdin Gubernur Sumsel | Dok KS

PALEMBANG – Pemadaman listrik yang hampir dirasakan seluruh masyarakat Palembang dan sejumlah kabupaten/kota di Sumsel, menjadi sorotan utama publik. Untuk meredakan gejolak tersebut, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin memanggil seluruh instansi terkait khususnya GM PT PLN WS2JB, Paranai Suharpan, Manajer Operasional PDAM Tirta Musi Andy Wijaya serta sejumlah pihak lain.

Hampir selama tiga jam di Griya Agung Palembang tersebut, Alex meminta agar permasalahan listrik dan air bersih ini, segera ditanggulangi dan tidak kembali terulang. “Banyak permasalahan Sumsel ini. Mulai dari asap, air hingga listrik yang sering padam. Dampaknya, cukup serius. Hampir semua pelayanan menjadi terganggu, seperti rumah sakit, pemerintahan hingga masyarakat yang mengeluh,” kata Alex usai rapat terkait krisis listrik di Sumsel di Griya Agung, Minggu (2/11).

Menurut Alex, kondisi yang terjadi saat ini sudah termasuk dalam kategori diatas luar biasa meski telah dilakukan sejumlah upaya. “Kita mendapatkan suplai gas dari Medco,” imbuhnya.

Selain itu, Sumsel juga mendapat tambahan suplai listrik sebesar 120 Mega Watt (MW) dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Singkarak dan Maninjau di Sumatera Barat. “Kebetulan karena hujan sudah mulai terjadi di sepanjang Sumatera Tengah, kedua danau itu meningkat debit airnya, dan membuat over suplai. Tambahan lain juga disokong dari Gunung Megang, sebesar 40 MW dan lima dari Indralaya,” tegas Alex.

Dengan tambahan tersebut, Alex menjamin jika mulai malam ini, tidak akan ada lagi pemadaman listrik. Meski demikian, jika kembali terjadi gangguan (kerusakan), kemungkinan besar bisa kembali terjadi pemadaman, mengingat Sumsel belum memiliki cadangan listrik.

Alex juga menginstruksikan kepada seluruh bupati dan wali kota untuk membentuk tim patroli bersama PLN setempat, untuk mengawasi jalur transmisi, mengingat jalur ini sangat rawan.

“Bisa saja ada pohon atau halangan yang mengganggu. Intinya, Pemprov Sumsel siap membantu untuk penyelesaian masalah ini, terlebih dalam dua bulan kedepan kita bakal menggelar dua even yang cukup penting,” tegas dia.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, terjadi sejumlah kerusakan di PLTGU yang bisa menyuplai listrik sebesar 150 MW di Borang. Kondisi ini baru bisa beroperasi normal dalam kurun waktu satu hingga dua bulan kedepan. “Jangan lagi dimarahi PLN itu. Saya sudah ambil alih. Yang jelas saat ini, bagaimana caranya supaya tidak terjadi lagi, dengan menyiapkan cadangan dari Sumsel,” ucapnya.

Sementara itu , GM PT PLN Wilayah S2JB, Paranai Suharfan menegaskan jika Sumsel tengah mengalami defisit listrik. Hal ini terjadi, lantaran kerusakan turbin dari pembangkit swasta sebesar 150 MW di Borang.

Disaat yang bersamaan, juga terjadi gangguan di jalur transmisi antara Lahat dan Bukit Asam yang terjadi overload. Akibatnya, penghantar 1 dan 2 tidak dapat mensuplai listrik ke Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Dibeberapa tempat juga banyak gangguan ranting pohon dan berbagai gangguan secara teknis. “Bantuan dari Medco sebesar 120 MA, juga sudah kita terima. Mudah-mudahan, mulai malam ini, tidak akan ada lagi pemadaman listrik,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk jangka panjang, demi menunjang suplai ini, akan masuk sejumlah proyek baru seperti PLTU Keramasan sebesar 50 MW, PLTU Banjar Sari dan PLTU Keban Agung yang mampu menyuplai listrik sebesar 450-500 MW. “Kita harapkan bisa memperkuat jaringan listrik kita,” kata dia.

Hal yang sama juga ditegaskan Direktur Operasional PDAM Tirta Musi Palembang, Andi Wijaya. Untuk melakukan distribusi air kepada hampir 240 ribu pelanggan, pihaknya membutuhkan setidaknya 15.000 KPA.

Ia menegaskan, jika pemadaman dan gangguan listrik terus terjadi, krisis air di Palembang tak bisa dihindari. PDAM Tirta Musi berusaha mengirimkan pasokan air bersih dengan tangki ke sejumlah rumah sakit dan rumah tahanan. Namun, hanya dua tangki tersedia sehingga pengiriman sangat terbatas. Namun, saat listrik padam di semua instalasi intake, pengiriman air juga tak bisa dilakukan karena seluruh produksi air bersih terhenti.

“Untuk koordinasi lanjutan, kita bersama PLN telah membuat daftar skala prioritas terkait mana yang tetap mengalir dan terpaksa di hentikan. Setidaknya ada empat Water Treathment Plant (WTP) kita yang harus menyala, yakni WTP Rambutan, Karang Anyar, Ogan serta 3 Ilir. Itu yang besar. Kalau janji PLN bisa hidup mala mini, tentunya air juga bisa hidup. Kita seperti hubungan kausal,” tukasnya.

 

TEKS         : IMAM MAHFUZ

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster