2014, Baru Ada 5 Peserta KB Pria

 284 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PAGARALAM – Hingga saat ini peminat akseptor (Peserta KB) sebagai pengguna modus operasi pria (MOP) di Kota Pagaralam tergolong minim. Walaupun kurang diminati, rencana menggeber jumlah peran serta keluarga berencana (KB) bagi kaum laki-laki akan terus diupayakan oleh Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Kesejahteraan Perempuan (KBPKP) Kota Pagaralam. Hal itu dikemukakan Kepala Badan KBPKP Kota Pagaralam Dra. Indrawati melalui Sekretaris Dra Rismawati didampingi Kasubid Jaminan Pelayanan Kontrasepsi Widyawati, kemarin, (2/11).

Menurut Rismawati, saat ini jumlah KB pria tergolong menurun. Namun pihaknya terus berupaya agar program menggeber jumlah peran serta keluarga berencana (KB) bagi kaum pria terus diupayakan semaksimal mungkin.

“2013 lalu, peminat akseptor melakukan MOP nihil, berbeda dengan MOW peminatnya ada 25 akseptor. Sedangkan di tahun 2014, calon MOP ada 5 peserta dan MOW ada 64 peserta,” jelasnya seraya berujar minimnya peminat akseptor melakukan steril (MOP) lantaran persepsi masyarakat beranggapan sama saja melakukan kebiri, padahal tidak demikian.

MOP pada akseptor pria lanjutnya, bisa dilakukan metode tanpa operasi atau Vasektomi tanpa pisau. Sejauh ini jumlah pria yang memakai alat Keluarga Berencana (KB) di Bumi Besemah tergolong minim. Sebagian besar pengguna KB masih didominasi oleh kaum perempuan dengan sistem suntikan dan implan.

“Minimnya jumlah pria memakai KB tidak jauh berbeda secara nasional. Karena, hanya 1,5 persen saja laki-laki yang aktif menggunakan alat kontrasepsi untuk keseluruhan di Indonesia,” terangnya.

Rendahnya kaum pria mengikuti program KB tersebut sambungnya, tidak lain karena jenis alat kontrasepsi untuk pria sangatlah sedikit. Selama ini, umumnya alat KB bagi pria hanya kondom, padahal banyak pria yang tidak suka menggunakan kondom. Padahal keberhasilan program KB sangatlah penting dalam keberhasilan pembangunan yang tengah digiatkan.

“Revitalisasi program KB sangatlah penting dan mutlak diperhatikan secara serius,” katanya seraya berkata selain itu perlu mengubah paradigma masyarakat akan KB, karena selama ini KB seolah-oleh sebuah program yang melarang untuk memiliki anak.

Ia menambahkan, program KB merupakan sebuah perencanaan keluarga agar anak yang lahir memiliki mental yang kuat dan cerdas. Berbeda dengan kalangan perempuan, sedikitnya pilihan alat kontrasepsi untuk laki-laki, menyebabkan mereka enggan ikut program keluarga berencana (KB) yang sampai sekarang ini hanya sekitar 2 persen dari pasangan usia subur. Sedangkan keikutsertaan perempuan dalam program KB hampir mencapai 60 persen lebih.

 

TEKS      : ANTONI STEFEN
EDITOR     : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster