Ironis, Dua Bocah Asal Baturaja Dibuang Di Palembang

 304 total views,  2 views today

PALEMBANG – Malang betul nasib Fauzan (13) dan Dika (14), dua bocah asal Daerah Baturaja, Kabupaten Ogan Kombring Ulu (OKU) ini, berada kota Palembang selama dua hari setelah dibuang oleh orang tak dikenal, Kamis (30/10).

Dua bocah yang hanya mengenakan pakaian lusuh ditubuhnya itu, sambil menangis mendatangi markas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), untuk mememinta uang dan makan kepada polisi yang berada dikawasan Polda Sumsel, Jum’at (31/10) pukul 13.00 WIB.

Dijelaskan keduanya, bahwa mereka diajak ke Palembang dari Baturaja oleh seorang remaja yang tidak mereka kenal sejak dua hari yang lalu. Bersama tiga bocah lainnya, Fauzan dan Dika dijanjikan akan hidup lebih baik jika mau ikut ke Palembang.

Mendengar ini, kelima bocah ini mau ikut remaja misterius tersebut ke Palembang. “Kami pergi tanpa sempat izin sama orangtua. Pasalnya, waktu diajak, kami sedang main, bukan di rumah,” kata Fauzan, yang diiyakan oleh Dika.

Oleh pria misterius itu, lanjut Fauzan, mereka naik kereta api batu bara dari Baturaja menuju Palembang. Setiba di Kertapati, keduanya mengaku ditinggal oleh pria misterius tersebut. Ia hanya mengajak ketiga teman Dika dan Fauzan yang saat ini tidak diketahui berada dimana.

Dikatakan Fauzan dan Dika, ia tidak tahu pasti apa tujuan pria itu mengajak mereka pergi ke Palembang. Mereka tertarik untuk ikut karena tergiur dengan rayuan si pria yang mengatakan Palembang indah dan banyak hiburan.
Sejak ditinggal di Kertapati, keduanya berusaha mencari makan dan tempat tidur. Namun, tidak berhasil. Mereka akhirnya tidur di kawasan RSMH Palembang tanpa pernah mendapat makan. “Kami tiga hari ini belum makan apa-apa sama sekali. Baru dapat makan setelah dikasih polisi di sini,” kata Dika.

Fauzan mengatakan, dirinya sudah berstatuskan yatim dan tinggal bersama ibu yang tidak punya pekerjaan. Bocah tamatan kelas 3 SD yang tinggal di Desa Tanjung Baru Baturaja ini menghidupi keluarga dengan membersihkan kotoran ikan di pasar. Satu hari, ia diupah Rp 30 ribu.

Sementara Dika mengaku sampai saat ini masih sekolah dan duduk di kelas 6 SD. Beda dengan Fauzan, Dika berstatuskan anak piatu. Nasib Dika sedikit lebih baik ketimbang fauzan karena ayah Dika masih memiliki pekerjaan, meski serabutan.

“Kami hanya ingin pulang ke rumah. Kami tidak tahu mau pakai apa menghubungi keluarga di sana. Sementara, kami sama sekali tidak bawa uang,” kata keduanya.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova, sudah menerima laporan kedua bocah ini.

Selanjutnya, akan dibantu untuk dipulangkan ke rumah sembari mencari keberadaan pria dan tiga teman Dika dan Fauzan. “Masih kita dalami apa tujuan pria itu membawa bocah ke Palembang. Kalau ada unsur pidananya, akan kita proses sesuai hukum yang beerlaku,” tukas Djarod.

 

TEKS     : OSCAR RYZAL
EDITOR    : IMRON SURIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster