Harga Beras di Pagaralam Melambung

 315 total views,  2 views today

 

Ilustrasi Beras | Ist

Ilustrasi Beras | Ist

PAGARALAM – Akibat dilanda kekeringan, puluhan hektar sawah di kawasan Dempo Selatan, Dempo Tengah dan Dempo Utara terancam gagal panen. Hal itu menjadi penyebab naiknya harga beras dipasaran menjadi Rp 9.000 per kilogram.

 

Sopian (43) pedagang beras eceran dikawasan Simpang Tebat Baru Ilir  mengatakan, dengan sedikitnya produksi beras di Pagaralam, sangat berpengaruh pada harga dipasaran. Saat ini harga beras pada  ditingkat pengecer mencapai Rp 9.000 hingga Rp 9.500 per kilogram. Sehingga kondisi ini mulai dirasakan warga, terkait naiknya harga beras. Apalagi menjelang penghujung tahun, hasil komuditi jenis kopi menurun hingga memasuki musim paceklik.

 

“Harga beras ditingkat eceran untuk jenis Ciheureng dan jenis Surya mencapai Rp 9.000 hingga Rp 9.500 perkilogram. Sedangkan ditingkat petani dan gudang mesin  pengilingan untuk beras jenis IR berkisar Rp 8.500 hingga Rp 8.700 per kilo,” ujarnya, kemarin (31/10).

 

Ia mengatakan, sebelumnya harga beras ditingkat eceran sekitar Rp 7.900 hingga Rp 8.000 perkilogram. Namun dengan adanya musim kemarau melanda Pagaralam sejak beberapa bulan terakhir menjadi penyebab berkurangnya hasil produksi beras. Sehingga berpengaruh pada pembeli, apalgi bertepatan dengan musim paceklik.

 

“Ya, sebelumnya harga beras hanya Rp 8.000 perkilogram, sedangkan saat ini harga naik menjadi Rp.9.000 perkiilogram.Sehingga kenaikan harga mulai dirasakan masyarakat, karena bertepatan sekali dengan musim paceklik,” imbuhnya.

 

Senada diungkapkan Warni (37) warga Talang Jeruk Kelurahan Sukorejo, melambungnya harga beras dipasaran sangat brpengaruh pada perekonomian di Pagaralam. Mengapa tidak, mayoritas penghasilan masyarakat Pagaralam sebagai petani tentunya pendapatan  dari hasil pengolaan lahan pertanian. Ditambah lagi saat ini memasuki musim paceklik, pastinya sangat

dirasakan sekali dengan melambungnya harga kebutuhan bahan pokok tersebut.

 

“Meski begitu, sangat kami harapkan adanya peran pemerintah untuk  mengatasi harga bahan pokok tersebut, mengingat kebutuhan ini kian hari  begitu sulit untuk dijangkau,” harapnya.

 

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM dan Pengelolaan Pasar Kota Pagaralam, Rahmad Madro SSos,  pihaknya akan melaksanakan koordinasi dengan Dinas Pertanian, Badan Ketahanan Pangan dan Bagian Ekonomi guna mengevaluasi kondisi yang ada.

 

“Kami akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna melakukan evaluasi dalam mengatasi kondisi saat ini. Selain itu, anggaran yang ada belum begitu memadai untuk melakukan operasi pasar,” katanya.

 

Melambungnya harga beras dipasaran katanya, terkait musim kemarau yanag melanda Bumi Besemah ini sejak beberapa bulan terakhir. Sehingga puluhan hektar sawah mengalami kekeringan hingga berkurangnya memperoduksi hasil panen.  Namun hal ini, tentunya sangat

dibutuhkan peran serta dari Badan Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian guna melakukan pengecekan dilapangan terkait kondisi yang ada agar dapat diatasi.

 

Ditambahkan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Kota Pagaralam, Jumaldi Jani ST MM, dengan berkurangnya produksi beras di sejumlah lahan pertanian yang ada, disebabkan faktor cuaca yang sudah tidak menentu, seperti musim kemarau sejak beberapa bulan terakhir. Hal ini tentunya memperhambat proses pembuahan  padi yang ada.

“Kita sudah melakukan pengecekan dilapangan guna mengatasi kondisi yang ada. Sehingga nantinya lahan pertanian tersebut dapat kembali normal seperti sebelumnya,” jelas  Jumaldi saat dihubungi via ponselnya.

 

TEKS   : ANTONI STEFEN

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster